Rubio: Pemimpin Tertinggi Iran Hidup dan ‘Semakin Terlibat’ melalui Perantara
Berdasarkan laporan Anadolu Agency, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, masih hidup dan ‘semakin terlibat’ dalam urusan negara melalui perantara. Rubio menyampaikan hal itu saat memberi kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan bahwa Khamenei belum terlihat secara publik setelah diduga terluka pada awal perang.
Menurut data yang disampaikan Rubio, komunikasi Khamenei saat ini cenderung bersifat tertulis dan disalurkan melalui perantara, sehingga keterlibatan publiknya sangat terbatas. ‘Kami belum melihatnya secara publik, dan saya membayangkan, mengingat apa yang terjadi pada beberapa pemimpin dalam sistem itu, tampil sangat terbuka mungkin bukan sesuatu yang direkomendasikan bagi mereka secara internal; namun demikian, saya pikir ada indikasi bahwa dia semakin terlibat pada beberapa level, meskipun semua komunikasinya tertulis dan melalui perantara,’ ujar Rubio kepada para anggota parlemen.
Hingga laporan ini ditulis, tidak ada penampilan publik Khamenei yang dapat dikonfirmasi, dan klaim tentang kondisinya serta cedera awal belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan bahwa kondisi internal rezim Iran mengalami ketegangan dan fragmentasi, yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan di Teheran.
Menurut data tambahan dari kesaksian tersebut, upaya diplomatik yang melibatkan mediasi internasional dan negosiasi terkait program nuklir maupun akses jalur pelayaran masih berjalan tetapi rentan terhadap gangguan. Rubio juga memperingatkan bahwa keputusan-keputusan penting di Iran kerap diambil melalui jalur tertutup dan perantara, sehingga informasi publik seringkali terbatas.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah keterbatasan penampilan publik Khamenei terkait langsung dengan kondisi kesehatannya atau strategi politik internal. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan lebih lanjut dan perkembangan negosiasi yang disebutkan dalam kesaksian tersebut.
Photo by: Tawseef Ahmad, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship