Putaran Baru Perundingan Gencatan Senjata Israel-Lebanon Dimulai di Washington
Berdasarkan laporan dari National News Agency (NNA) Lebanon, putaran keempat negosiasi gencatan senjata antara Lebanon dan Israel telah dimulai di markas Departemen Luar Negeri AS di Washington.
Menurut data dari beberapa media internasional, pembicaraan itu berlangsung di tengah eskalasi di lapangan setelah beberapa hari serangan dan ancaman serangan balik. Beberapa sumber menyebut adanya intervensi diplomatik AS yang berupaya meredam rencana serangan besar ke Beirut, namun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, bombardemen Israel terus menggempur wilayah selatan Lebanon. Menurut Associated Press, serangan drone Israel menewaskan delapan orang di selatan Lebanon. Sumber lokal menyebutkan serangan berat juga menargetkan distrik Nabatieh dan Tyre, menurut laporan Al Jazeera. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah korban termasuk pejuang atau warga sipil; tim redaksi masih memverifikasi identitas dan latar belakang korban.
Menurut data lain yang beredar di media asing, ada pernyataan tingkat tinggi mengenai de-eskalasi yang melibatkan perantara AS dan klaim gencatan senjata sementara antara pihak-pihak tertentu. Namun rincian kesepakatan, termasuk syarat penarikan atau penghentian operasi militer, belum dikonfirmasi secara penuh dan masih dalam pembahasan.
Sumber lokal menyebutkan suasana tetap tegang di perbatasan utara Israel dan selatan Lebanon, dengan potensi kembalinya aksi militer jika pembicaraan gagal mencapai kata sepakat. Hingga laporan ini ditulis, delegasi dari kedua belah pihak masih menggelar pembicaraan di Washington.
Belum dapat diverifikasi secara independen sejumlah klaim terkait penangguhan pergerakan pasukan atau komitmen permanen dari kelompok bersenjata. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut dan akan memperbarui laporan ketika konfirmasi tambahan tersedia.
Photo by: Abdulrahman Alyaarobi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship