Mesir Peringatkan Potensi Eskalasi Regional di Tengah Ketegangan di Yerusalem, Tepi Barat dan Lebanon
Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri Mesir, Kairo pada hari ini mengintensifkan kritik diplomatik terhadap tindakan Israel di Yerusalem dan wilayah pendudukan, serta memperingatkan kemungkinan eskalasi yang lebih luas di kawasan. Menurut data kementerian, Mesir mengecam apa yang disebutnya sebagai “penyusupan berulang dan provokatif” oleh pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa yang berlangsung di bawah pengawalan polisi Israel, serta praktik-praktik yang dinilai melanggar kesucian situs-situs Islam dan status historis-hukum Yerusalem.
Sumber lokal menyebutkan ratusan pemukim masuk ke kompleks Al-Aqsa dengan memanfaatkan perayaan Shavuot sebagai dalih, diiringi bentrokan dan aksi penangkapan di beberapa titik di Kota Tua Yerusalem. Menurut data yang dikemukakan pihak Mesir, selain penyusupan pemukim terdapat juga serangkaian tindakan pemukiman, penahanan, dan serangan terhadap warga Palestina serta properti mereka di Tepi Barat yang dinilai melanggar hukum internasional.
Sumber lokal menyebutkan adanya korban dari pihak Palestina, termasuk yang gugur, serta sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan dan serangan tersebut. Belum dapat diverifikasi secara independen rincian jumlah korban dan kronologi lengkap insiden-insiden itu; tim redaksi masih memverifikasi informasi lebih lanjut.
Mesir juga memperingatkan bahwa aksi-aksi di Yerusalem dan Tepi Barat berisiko meluas ke Lebanon dan bagian lain kawasan, memperburuk ketegangan yang sudah meningkat akibat serangkaian serangan lintas-perbatasan dan balasan militer. Hingga laporan ini ditulis, ketegangan tetap tinggi di perbatasan Lebanon dan wilayah pendudukan, dengan laporan media yang menyebutkan terjadinya serangan dan respons militer; beberapa sumber menyebut adanya korban yang tewas di pihak non-Palestina, namun Belum dapat diverifikasi secara independen.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyerukan semua pihak menahan diri, menghormati kesucian tempat ibadah, serta memulihkan status quo historis di Yerusalem untuk mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim yang beredar dan akan memperbarui laporan ini ketika informasi tambahan yang dapat diverifikasi tersedia.
Photo by: Jeffry Surianto, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship