Al Jazeera Tuntut Hukuman Pejabat Israel atas Gugurnya Wartawannya di Gaza
Berdasarkan laporan, Al Jazeera Media Network menuntut agar komunitas internasional dan lembaga hukum menghukum pejabat Israel atas serangkaian kejahatan yang menimpa koresponden dan stafnya di Jalur Gaza, termasuk gugurnya kamerawan Ahmed Washah dalam sebuah serangan di Kamp Pengungsi Al-Bureij.
Menurut data dari jaringan itu dan pernyataan yang dikeluarkan setelah insiden, Al Jazeera mengecam keras pembunuhan Washah, yang bekerja untuk Al Jazeera Mubasher, dan menegaskan niatnya untuk menuntut secara hukum para pelaku. Jaringan itu juga mencatat bahwa saudara Washah, Mohammed, yang merupakan koresponden Al Jazeera Mubasher, gugur dalam sebuah serangan Israel dua bulan sebelumnya.
Militer Israel menyatakan bahwa Washah merupakan “militan Hamas” dan menjadi target dalam serangan yang disebutnya tepat sasaran. Pernyataan ini, bagaimanapun, ditolak oleh Al Jazeera dan organisasi perlindungan wartawan, yang menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya mendiskreditkan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim keterlibatan Washah dengan kelompok bersenjata.
Sumber lokal menyebutkan bahwa jenazah Washah dimakamkan setelah upacara di rumah sakit Al-Aqsa Martyrs di Deir al-Balah, Gaza, yang juga dihadiri anggota keluarga dan rekan kerja. Hingga laporan ini ditulis, rincian lengkap kronologi penyerangan dan jumlah korban yang terkait masih terus dikumpulkan.
Menurut data yang dirilis berbagai pihak sejak konflik berkepanjangan, serangkaian serangan yang terus berlangsung telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan terkait klaim militer Israel dan identitas para korban sebelum merilis konfirmasi lebih lanjut.
Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel