Daftar pelanggaran gencatan senjata Israel di Gaza, tujuh bulan kemudian
Berdasarkan laporan Middle East Eye dan Haaretz, lebih dari tujuh bulan telah berlalu sejak gencatan senjata yang dimediasi AS diumumkan. Hingga laporan ini ditulis, Israel terus melakukan serangan hampir setiap hari terhadap Jalur Gaza meski intensitasnya menurun dibandingkan sebelum gencatan. Sumber lokal menyebutkan blokade ketat yang memperparah krisis kemanusiaan di enclave Palestina. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Menurut data yang dikutip Haaretz, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan Israel saat ini menguasai 60% wilayah Jalur Gaza. Tim redaksi masih memverifikasi klaim tersebut dan sejauh mana angka itu konsisten dengan ketentuan gencatan senjata yang dimediasi AS.
Berdasarkan laporan Haaretz, Saif Abu Keshek, pemimpin flotila hak asasi internasional “Sumud” berkewarganegaraan Spanyol-Swedia, dibebaskan dari tahanan Israel. Setelah pembebasannya, ia menyerukan kepada publik Israel untuk mengakhiri pengepungan Gaza dan menghentikan apa yang ia sebut sebagai “genosida”. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Berdasarkan laporan Haaretz, Staff Sgt. Negev Dagan, 20 tahun, tewas akibat tembakan mortar Hizbullah di Lebanon selatan pada 14 Mei 2026. Hingga laporan ini ditulis, jumlah korban tewas tentara Israel tercatat mencapai 19 sejak awal eskalasi; insiden lintas perbatasan termasuk serangan drone Hizbullah yang melukai tiga warga sipil (satu kritis) juga dilaporkan. Tim redaksi masih memverifikasi rincian korban dan konteks serangan lintas perbatasan.
Militer Israel membenarkan beberapa pelanggaran gencatan senjata dengan menuduh faksi Palestina melakukan pelanggaran. Sumber lokal menyebutkan bahwa pelanggaran hampir sehari-hari dan pengepungan berkepanjangan memperburuk situasi kemanusiaan. Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim dan data yang disampaikan oleh berbagai pihak. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Photo by: Thắng-Nhật Trần, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship