Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Tak Ada Pertanggungjawaban atas Kejahatan Perang Settler terhadap Palestina

Admin July 26, 2026 at 19:03
Tak Ada Pertanggungjawaban atas Kejahatan Perang Settler terhadap Palestina

Berdasarkan laporan berjudul “No accountability for settler war crimes against Palestinians” dan liputan Al Jazeera, terjadi serangkaian serangan oleh pemukim di Tepi Barat yang menyebabkan enam warga Palestina gugur. Aktivis menyatakan kekerasan tersebut sebagai bagian dari eskalasi yang dapat dikategorikan sebagai “kejahatan perang” yang terjadi tanpa adanya pertanggungjawaban.

Menurut data yang dikumpulkan oleh beberapa organisasi HAM dan wartawan lapangan, pasukan Israel meningkatkan operasi di wilayah tersebut bersamaan dengan gelombang kekerasan pemukim. Menurut data, sekitar 50 warga Palestina ditangkap dalam penggerebekan di desa Tal pada 25 Juli 2026. Sumber lokal menyebutkan adanya serangan massa oleh pemukim, termasuk pembakaran rumah dan kendaraan warga Palestina.

Kelompok pemantau internasional dan tokoh hak asasi, termasuk UN Special Rapporteur Francesca Albanese, menggambarkan tindakan terkoordinasi antara militer dan pemukim sebagai apa yang disebutnya “pogroms.” Laporan dari The Elders juga menyoroti penghancuran infrastruktur, perluasan permukiman ilegal, dan penindasan sistemik terhadap hak-hak rakyat Palestina, serta menyerukan intervensi internasional yang lebih tegas seperti sanksi dan pembatasan perdagangan terhadap pemukiman ilegal.

Hingga laporan ini ditulis (26 Juli 2026), klaim-klaim mengenai koordinasi antara pasukan keamanan dan kelompok pemukim serta rincian korban masih belum dapat diverifikasi secara independen. Beberapa sumber lokal dan organisasi HAM terus mengumpulkan bukti, sementara seruan untuk akuntabilitas dan penyelidikan internasional semakin vokal.

Tim redaksi masih memverifikasi informasi yang masuk dan akan memperbarui berita ini jika ada konfirmasi tambahan dari sumber independen atau lembaga internasional.

Photo by: Monirul Islam, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.