Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran
Berdasarkan laporan, nilai dolar Amerika Serikat turun pada awal perdagangan Asia setelah Presiden AS mengarahkan pihak militer untuk tidak melaksanakan serangan baru terhadap Iran.
Menurut data, indeks dolar turun sekitar 0,25% sementara mata uang utama lainnya seperti Yen, Euro, dan Pound menguat terhadap dolar. Aset safe-haven alternatif seperti emas dan beberapa mata uang kripto mengalami kenaikan seiring bergesernya sentimen pasar.
Sumber lokal menyebutkan bahwa lalu lintas kapal di Selat Bab al-Mandab berkurang akibat serangkaian serangan regional belakangan ini. Belum dapat diverifikasi secara independen berapa besar dampak langsungnya terhadap perdagangan maritim global.
Hingga laporan ini ditulis, para investor juga menantikan keputusan suku bunga oleh bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, yang ikut memengaruhi pergerakan dolar. Perubahan kebijakan dan pernyataan pejabat terkait diperkirakan akan menentukan arah pasar dalam beberapa hari mendatang.
Tim redaksi masih memverifikasi beberapa laporan terkait perkembangan militer dan ekonomi regional yang beredar di sumber lain. Informasi tambahan akan disampaikan setelah dikonfirmasi.
Photo by: Gaby Lopez, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel