Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung
Berdasarkan laporan, Tentara Lebanon mengecam operasi militer Israel yang masih berlangsung di wilayah selatan negara itu dan menyebut tindakan tersebut sebagai “serangan dan pelanggaran” atas kesepahaman yang ada serta hukum internasional.
Menurut pernyataan resmi tentara, “Pasukan pendudukan Israel terus melakukan serangan dan pelanggaran terhadap pemahaman yang berlaku dan hukum internasional melalui penghancuran sistematis dan pembongkaran rumah, pembombardiran, serta menyisir dengan senjata otomatis di beberapa daerah selatan.” Sumber lokal menyebutkan bahwa bulldozer dan patroli bersenjata terlihat melakukan pembongkaran dan penggerebekan di sejumlah permukiman.
Menurut data, sejak awal Maret, serangan tentara Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 4.330 orang dan melukai lebih dari 12.236 lainnya. Hingga laporan ini ditulis, serangan dan pembongkaran tersebut dilaporkan masih berlangsung di beberapa titik perbatasan.
Pernyataan militer Lebanon menambahkan bahwa berlanjutnya serangan ini menghambat penempatan penuh pasukan Lebanon sesuai kesepakatan yang dicapai dengan Israel dan mencegah kembalinya penduduk ke desa dan kota mereka. Sumber lokal menyebutkan warga sipil terpaksa mengungsi kembali karena takut terhadap pemboman dan operasi lapangan.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim terkait lokasi dan jumlah korban yang beredar di media sosial dan laporan lapangan. Tim redaksi masih memverifikasi informasi lapangan dan keterangan resmi tambahan dari pihak berwenang.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan terus-menerus tentang serangan dan pembongkaran di selatan Lebanon yang, menurut sejumlah laporan media, belum berhenti. Tim redaksi akan memperbarui berita ini bila ada konfirmasi lebih lanjut.
Photo by: Ivan Hassib, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel