Wabah Ebola di Kongo ‘Sangat Serius dan Sulit Diatur’, Kata Kepala WHO
Berdasarkan laporan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa wabah Ebola yang melanda timur Republik Demokratik Kongo saat ini berada dalam kondisi yang “sangat serius” dan sulit untuk dikelola. Menurut data, hingga laporan ini ditulis jumlah kasus tersangka telah melampaui 900, dengan laporan lain menyebutkan 904 kasus tersangka dan 119 kematian.
WHO mengklasifikasikan risiko lokal sebagai “sangat tinggi” meski risiko global dinilai rendah. “Kami sedang meningkatkan operasi dengan segera tetapi, untuk saat ini, wabah ini berkembang lebih cepat daripada kami,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Kepala WHO, yang dikutip dalam pernyataan organisasi tersebut.
Sumber lokal menyebutkan upaya penanganan terhambat oleh serangkaian faktor termasuk serangan terhadap pusat perawatan, penolakan komunitas terhadap protokol kesehatan, dan ketidakstabilan keamanan akibat keberadaan kelompok bersenjata. Hingga laporan ini ditulis, hampir satu juta orang dilaporkan terdampak oleh pengungsian dan gangguan layanan kesehatan di wilayah yang terdampak.
Menurut data, respons kemanusiaan juga dipersulit oleh pemotongan bantuan internasional yang menyebabkan kekurangan alat pelindung diri, kit pengujian, dan bahan untuk pemakaman aman. Selain itu, wabah kali ini disebabkan oleh strain Bundibugyo, untuk mana belum ada vaksin atau pengobatan yang disetujui secara khusus, sehingga penanganan menjadi lebih kompleks.
Sumber lokal menyebutkan beberapa pusat perawatan mengalami pembakaran dan serangan, memaksa tim medis bekerja dengan pengawalan militer di beberapa lokasi. Klaim tentang keterlibatan kelompok tertentu dan skala serangan ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, WHO menyatakan pihaknya “mendesak peningkatan operasi” di lapangan namun mengakui bahwa skala dan kecepatan penyebaran saat ini berada di luar kapasitas respons saat ini. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut termasuk angka pasti, identitas korban, dan kronologi serangan terhadap fasilitas kesehatan.
Belum dapat diverifikasi secara independen sejumlah klaim yang beredar di media dan jejaring sosial tentang penyebab kefatalan pasien dan keterlibatan aktor asing. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan akan mengabarkan perkembangan lebih lanjut ketika data terkonfirmasi.
Photo by: Israël Umba, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship