Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel
Berdasarkan laporan Kementerian Luar Negeri Palestina, pembatasan Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan terus berlanjut dan mengancam kembalinya kelaparan massal di Jalur Gaza. Menurut data yang dikompilasi dari beberapa sumber internasional dan lokal, upaya Israel memperluas kontrol wilayah hingga sekitar 70% Gaza dipandang memperburuk akses bantuan dan memaksa sebagian besar dari sekitar 2,2 juta penduduk ke area yang sangat padat.
Hingga laporan ini ditulis, serangan udara dan pembatasan pergerakan masih menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan rusaknya infrastruktur vital. Sumber lokal menyebutkan bahwa dalam 48 jam terakhir 16 warga Palestina gugur dan puluhan lainnya luka-luka, sementara di beberapa wilayah pemakaman diadakan untuk 10 orang yang gugur termasuk lima anak dan seorang militan Hamas. Pernyataan resmi yang mengutip perintah Perdana Menteri Israel untuk memperluas kontrol militer atas sebagian besar wilayah Gaza juga dilaporkan oleh kantor berita internasional.
Kondisi kelaparan, kelangkaan bahan bakar, dan keterbatasan obat-obatan membuat rumah sakit-rumah sakit hampir kolaps, dan lembaga kemanusiaan memperingatkan bahwa tanpa pembukaan jalur bantuan yang aman situasi dapat berubah menjadi bencana kemanusiaan yang lebih luas. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa rincian lapangan dan kronologi serangan, dan beberapa klaim yang beredar Belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber lokal menyebutkan kebutuhan mendesak akan konvoi bantuan yang dilindungi dan akses ke fasilitas medis bagi warga sipil. Pernyataan pihak Palestina menyerukan tekanan internasional untuk mengakhiri pembatasan dan membuka koridor kemanusiaan demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak dan skenario kelaparan kembali.
Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship