Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel

Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner

Admin May 30, 2026 at 01:32
Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner

Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner

Penggabungan Sempurna antara Spiritualitas Islam dan Warisan Kuliner Lokal

Eid al-Fitr adalah momen yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk komunitas Rohingya yang tersebar di berbagai belahan dunia. Namun, cara merayakan hari raya yang meriah ini memiliki keunikan tersendiri bagi masyarakat Rohingya. Mereka menjalankan ritual komunal khusus bernama Khatam-e-Namaz, sebuah tradisi yang menggabungkan dengan indah antara komitmen spiritual Islam dengan kekayaan kuliner Burmese yang telah menjadi bagian dari identitas budaya mereka selama berabad-abad.

Apa itu Khatam-e-Namaz?

Khatam-e-Namaz merupakan ritual penutupan doa yang dilakukan bersama-sama oleh komunitas Rohingya setelah menunaikan ibadah shalat Eid. Ritual ini bukan sekadar doa, tetapi merupakan manifestasi dari kebersamaan dan solidaritas komunitas yang sangat kuat. Dalam momen ini, para anggota komunitas berkumpul untuk mengakhiri ibadah mereka bersama-sama, menciptakan suasana spiritual yang mendalam dan penuh makna.

Dibandingkan dengan perayaan Eid di tempat lain, Khatam-e-Namaz menunjukkan bagaimana komunitas Rohingya mempertahankan tradisi agama sambil tetap terhubung dengan akar budaya lokal mereka. Ritual ini menjadi simbol kuat dari resiliensi dan identitas budaya mereka, terutama bagi mereka yang mengalami pengungsian dan diaspora.

Shingara: Kelezatan yang Melampaui Rasa

Setelah menyelesaikan Khatam-e-Namaz, komunitas Rohingya berkumpul untuk berbagi hidangan istimewa bernama Shingara. Hidangan ini bukan sekadar makanan biasa, melainkan sebuah cerita yang menceritakan perpaduan budaya dan tradisi yang telah berlangsung selama generasi.

Shingara adalah semacam sup atau kaldu tradisional yang disiapkan dengan resep turun-temurun. Hidangan ini biasanya dibuat dengan bahan-bahan lokal yang tersedia, menggabungkan rempah-rempah tradisional dengan teknik memasak Burmese. Meskipun spesifik mengenai bahan-bahan Shingara kurang terdokumentasi secara luas, hidangan ini mewakili filosofi kuliner Rohingya yang memanfaatkan apa yang ada untuk menciptakan sesuatu yang bermakna dan memuaskan.

Warisan Kuliner Rohingya dalam Perayaan Eid

Kuliner Rohingya merupakan refleksi dari sejarah dan geografi yang kompleks. Tradisional menu Rohingya berpusat pada nasi, yang disertai dengan ikan segar atau ikan kering, sayuran, kentang, susu, dan cabai. Daging—domba, sapi, atau ayam—dimakan sesekali dan disiapkan secara halal sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Salah satu hidangan yang sangat terkait dengan Eid al-Fitr adalah Semai (vermiseli), begitu pentingnya sehingga Eid al-Fitr kadang-kadang disebut sebagai “Semai Eid.” Semai dapat disajikan dalam berbagai cara: kering sebagai bunna semai atau dibuat dengan susu, dan biasanya dipemaniskan dengan gula tebu atau gula aren. Hidangan ini juga disiapkan sebagai fatiya—makanan yang disumbangkan untuk orang-orang yang kurang mampu.

Tradisi kuliner ini mencerminkan perpaduan pengaruh India, Rakhine, dan Inggris yang telah membentuk masakan Arakan selama berabad-abad. Setiap hidangan memiliki cerita, setiap resep membawa warisan budaya yang kaya.

Pelestarian Identitas Melalui Ritual dan Makanan

Bagi komunitas Rohingya yang tersebar di pengungsian—terutama di Cox’s Bazar, Bangladesh, dan kota-kota seperti Chicago—perayaan Eid dengan Khatam-e-Namaz dan berbagi Shingara memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar merayakan berakhirnya Ramadan.

Anggota komunitas menceritakan bagaimana mereka menyimpan sumber daya sepanjang Ramadan untuk membeli pakaian baru dan makanan untuk Eid. Mereka menghias tempat shalat (Eidgah) dengan sederhana namun penuh kasih sayang. Anak-anak menantikan pemberian Eidi (hadiah uang kecil tradisional). Namun, yang paling bermakna adalah momen ketika komunitas berkumpul, saling mengunjungi, bermain, dan berbagi makanan.

Mohammad Shaker, salah satu anggota komunitas, mengingat dengan nostalgia akan kebebasan yang lebih besar dan kenangan manis memperjuangkan kenyamanan Eid yang sederhana di tanah air mereka. Hafsa Bibi mengingat persiapan pra-Eid yang meriah, malam henna, dan permainan kincir putar—tradisi yang kini menjadi tidak mungkin di dalam kamp pengungsian.

Meskipun menghadapi kehilangan, pembatasan, dan ketidakamanan, komunitas Rohingya tetap mempertahankan Eid sebagai ekspresi identitas, ketangguhan, dan kepedulian bersama.

Perayaan Modern: Rohingya Global

Pada dekade terakhir, komunitas Rohingya yang telah menetap di negara-negara baru seperti Amerika Serikat terus mempraktikkan tradisi mereka. Pada 2021, komunitas Rohingya di Chicago mengadakan perayaan Eid al-Fitr pertama mereka yang dibuka untuk publik di Devon Avenue, menarik sekitar 200 penyembah dan ratusan sajadah. Acara ini sangat bermakna bagi komunitas lebih dari 1.000 pengungsi Rohingya yang telah menetap di West Ridge selama dekade terakhir.

Pusat Budaya Rohingya, didirikan pada 2016 oleh Nasir Zakaria, telah menyediakan layanan berkelanjutan—manajemen kasus, pelajaran bahasa Inggris, bimbingan belajar, pendidikan agama, dan dukungan era pandemi seperti terjemahan dan bantuan sekolah jarak jauh. Mereka terus mempertahankan tradisi mereka, termasuk ritual Khatam-e-Namaz dan berbagi hidangan komunal, meskipun dalam konteks dan skala yang berbeda.

Kesimpulan: Tradisi sebagai Bentuk Perlawanan

Khatam-e-Namaz dan berbagi Shingara bukan sekadar ritual keagamaan atau tradisi kuliner—keduanya adalah bentuk perlawanan budaya dan spiritual. Dalam menghadapi perpindahan dan persekusi, komunitas Rohingya menggunakan agama dan makanan sebagai cara untuk tetap bersatu, mempertahankan identitas mereka, dan mewariskan warisan budaya kepada generasi mendatang.

Setiap kali Eid tiba dan komunitas berkumpul untuk menjalankan Khatam-e-Namaz serta berbagi Shingara, mereka tidak hanya merayakan akhir Ramadan. Mereka juga merayakan kelangsungan hidup mereka sebagai bangsa, kebersamaan mereka sebagai komunitas, dan harapan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Tradisi adalah memori yang hidup, dan bagi Rohingya, setiap ritual dan setiap hidangan adalah bukti bahwa budaya mereka tidak dapat dihilangkan, tidak peduli di mana mereka berada atau berapa banyak tantangan yang mereka hadapi.

Photo by: Ikhlas Al Fahim, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.