Perang Iran: Vance ke Swiss, Israel menewaskan 16 di Lebanon
Berdasarkan laporan, Wakil Presiden AS JD Vance berangkat ke Swiss untuk memimpin pembicaraan damai dengan Iran yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang berkepanjangan dan mengembalikan pengawasan nuklir.
Menurut data, delegasi tingkat tinggi dari kedua negara tiba di Swiss untuk mencoba memformalkan kesepakatan sementara 14 poin yang dimediasi Pakistan menjadi gencatan senjata permanen dan kerangka kerja nuklir. Perundingan ini berlangsung di tengah ketegangan yang tinggi setelah Teheran mengatakan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan mematikan Israel di Lebanon.
Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan di Lebanon menewaskan 16 orang. Hingga laporan ini ditulis, rincian identitas para korban belum diumumkan secara resmi.
Berdasarkan laporan lain, Komando Pusat AS menyatakan lalu lintas di Selat Hormuz tetap berlangsung dan menolak klaim penutupan total, sementara Iran menegaskan penutupan sebagai tindakan balasan terhadap apa yang dikatakannya sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh serangan Israel. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah selat benar-benar ditutup sepenuhnya.
Menurut data, upaya diplomatik menghadapi hambatan besar: pasukan Iran dan kelompok bersenjata di Lebanon tetap terlibat dalam bentrokan yang membuat gencatan fragmen 14 poin sangat rapuh, dan pejabat AS pernah menyebut opsi sanksi atau tindakan maritim jika pembicaraan gagal.
Hingga laporan ini ditulis, pembicaraan di Swiss terus berlangsung dengan intensitas terbatas dan tanpa kepastian hasil jangka panjang. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan perkembangan di lapangan.
Photo by: Anthony Beck, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel