Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel

Tiga Wanita Australia Ditangkap Terkait ISIS Sekembalinya dari Kamp Pengungsian Suriah

Admin May 8, 2026 at 06:02
Tiga Wanita Australia Ditangkap Terkait ISIS Sekembalinya dari Kamp Pengungsian Suriah

SYDNEY – Berdasarkan laporan yang dihimpun dari berbagai media internasional, pihak berwenang Australia telah menangkap tiga orang wanita yang baru saja kembali dari kamp penahanan di Suriah atas tuduhan keterlibatan dengan kelompok militan ISIS. Para wanita tersebut merupakan bagian dari rombongan warga negara Australia yang terdiri dari empat orang dewasa dan sembilan anak-anak.

Menurut data yang dirilis, tiga wanita yang ditangkap tersebut diidentifikasi sebagai Janai Safar (32), Kawsar Abbas (53), dan Zeinab Ahmad (31). Janai Safar didakwa di Sydney atas tuduhan bergabung dengan organisasi teroris dan memasuki zona konflik yang dideklarasikan. Sementara itu, Abbas dan Ahmad yang ditangkap di Melbourne menghadapi tuduhan serius terkait kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk keterlibatan dalam praktik perbudakan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari “Operasi Kurrajong”, sebuah investigasi jangka panjang oleh Kepolisian Federal Australia (AFP) terhadap warga negaranya yang berada di zona konflik. Hingga laporan ini ditulis, seorang wanita lainnya berinisial Zahra Ahmad (33) yang ikut dalam rombongan tersebut dilaporkan belum menghadapi tuntutan hukum segera.

Meskipun pihak kepolisian telah memberikan rincian dakwaan, rincian operasional mengenai peran spesifik para wanita tersebut selama berada di bawah kekhalifahan ISIS belum dapat diverifikasi secara independen. Tim redaksi masih memverifikasi laporan mengenai status terkini dari anak-anak yang ikut kembali, yang saat ini dikabarkan tengah mendapatkan dukungan psikologis serta menjalani penilaian untuk program deradikalisasi dan integrasi komunitas.

Repatriasi ini memicu perdebatan mengenai keamanan nasional dan kemanusiaan di Australia. Sementara pemerintah menegaskan penegakan hukum yang ketat bagi orang dewasa, para aktivis menyerukan fokus pada perlindungan anak-anak yang tumbuh di lingkungan konflik. Diperkirakan masih terdapat sekitar 21 warga negara Australia lainnya yang masih tertahan di kamp-kamp pengungsian Suriah menunggu kejelasan proses repatriasi selanjutnya.

Photo by: Gu Bra, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.