PBB: Israel Sengaja Menargetkan Anak Palestina, Komisi Menuduh Genosida Kekerasan Seksual sebagai ‘Senjata Perang’ dalam Konflik Sudan, Ungkap Laporan PBB Pengungsian Berkelanjutan: Pasukan Israel Hancurkan Rumah yang Menampung 20 Warga Palestina di Selatan Hebron Media Israel: Trump Perketat Pembatasan terhadap Israel di Berbagai Front Israel Alokasikan Dana untuk Mengubah Situs Arkeologi Palestina di Lembah Yordan Menjadi Fasilitas Pemukim Pembunuhan Tak Berhenti di Gaza: 4 Gugur dan 20 Terluka oleh Tembakan Pasukan Israel dalam 24 Jam Perwakilan Perusahaan Turki di Food Expo: Pasar Suriah Buka Peluang Investasi dan Kemitraan Ekonomi Puluhan Pemukim Masuk ke Halaman Masjid Al-Aqsa dengan Pengawalan Ketat Suhu Diperkirakan Turun di Seluruh Suriah, Peluang Hujan di Beberapa Bagian Pesisir Bahasa Rohingya: Kekayaan Serapan Arab-Persia dan Aksara Hanifi sebagai Simbol Identitas PBB: Israel Sengaja Menargetkan Anak Palestina, Komisi Menuduh Genosida Kekerasan Seksual sebagai ‘Senjata Perang’ dalam Konflik Sudan, Ungkap Laporan PBB Pengungsian Berkelanjutan: Pasukan Israel Hancurkan Rumah yang Menampung 20 Warga Palestina di Selatan Hebron Media Israel: Trump Perketat Pembatasan terhadap Israel di Berbagai Front Israel Alokasikan Dana untuk Mengubah Situs Arkeologi Palestina di Lembah Yordan Menjadi Fasilitas Pemukim Pembunuhan Tak Berhenti di Gaza: 4 Gugur dan 20 Terluka oleh Tembakan Pasukan Israel dalam 24 Jam Perwakilan Perusahaan Turki di Food Expo: Pasar Suriah Buka Peluang Investasi dan Kemitraan Ekonomi Puluhan Pemukim Masuk ke Halaman Masjid Al-Aqsa dengan Pengawalan Ketat Suhu Diperkirakan Turun di Seluruh Suriah, Peluang Hujan di Beberapa Bagian Pesisir Bahasa Rohingya: Kekayaan Serapan Arab-Persia dan Aksara Hanifi sebagai Simbol Identitas

Kekerasan Seksual sebagai ‘Senjata Perang’ dalam Konflik Sudan, Ungkap Laporan PBB

Admin June 23, 2026 at 20:04
Kekerasan Seksual sebagai ‘Senjata Perang’ dalam Konflik Sudan, Ungkap Laporan PBB

Berdasarkan laporan Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Human Rights Office), kekerasan seksual telah digunakan sebagai “senjata perang” dalam konflik yang berlangsung di Sudan. Menurut data yang dikumpulkan dan diverifikasi oleh kantor tersebut, sedikitnya 546 kasus kekerasan seksual telah dicatat di berbagai wilayah negara.

Laporan menyebutkan pola-pola serangan yang sistematis terhadap perempuan dan laki-laki, termasuk pemerkosaan massal, penyerangan terhadap keluarga, serta tindakan-tindakan kekerasan yang tampak digunakan untuk menimbulkan ketakutan dan memindahkan penduduk sipil. Kantor HAM PBB menyerukan penyelidikan independen dan akuntabilitas terhadap pelaku.

Sumber lokal menyebutkan beberapa insiden terjadi selama serangan di permukiman padat penduduk dan sepanjang koridor-koridor pengungsian, namun rincian per kasus belum dapat diverifikasi secara independen. Hingga laporan ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyidikan oleh otoritas setempat yang menghasilkan penangkapan atau dakwaan yang dipublikasikan secara luas.

Beberapa saksi dan organisasi kemanusiaan lokal melaporkan korban dari berbagai latar belakang agama dan etnis. Sumber lokal menyebutkan beberapa korban dari kalangan Muslim digambarkan gugur oleh komunitas setempat, sementara korban non-Muslim disebut tewas oleh beberapa narasumber; istilah-istilah tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan mencerminkan pelaporan awal dari lapangan.

UN Human Rights Office menekankan pentingnya akses kemanusiaan yang aman dan tidak terbatas, serta perlindungan bagi saksi dan korban yang bersedia memberikan keterangan. Lembaga itu juga menyerukan agar bukti-bukti dikumpulkan dan disimpan secara kredibel untuk memungkinkan proses penegakan hukum di masa depan.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan akan memperbarui berita ini ketika informasi tambahan dan konfirmasi independen tersedia.

Photo by: Pavel Danilyuk, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.