Bahasa Rohingya: Kekayaan Serapan Arab-Persia dan Aksara Hanifi sebagai Simbol Identitas Uskup Agung Latin Yerusalem Kardinal Pizzaballa Kunjungi Gaza untuk Menunjukkan Solidaritas Tindakan Global Tegas Kunci Meredam Kekejaman di Sudan Wali Kota New York Mamdani Kutuk Pembunuhan yang Berlanjut di Gaza dan Kecam AIPAC Peselancar Gaza Mencari Ketenangan di Tengah Perang Safadi dan Kallas Bahas Upaya Mengakhiri Eskalasi di Kawasan Suriah: Kekerasan Massa Menyerang Kelompok yang Dituduh Terkait Era Assad Kerusakan Bangunan di Lebanon Akibat Serangan Israel Diperkirakan Capai 1,38 Miliar Dolar AS Presiden Turki Waspadai Upaya Merongrong Kesepakatan AS-Iran Spionase, Penculikan, Pembunuhan: Kesaksian Ungkap Wajah Tersembunyi Milisi Kolaborator di Gaza Bahasa Rohingya: Kekayaan Serapan Arab-Persia dan Aksara Hanifi sebagai Simbol Identitas Uskup Agung Latin Yerusalem Kardinal Pizzaballa Kunjungi Gaza untuk Menunjukkan Solidaritas Tindakan Global Tegas Kunci Meredam Kekejaman di Sudan Wali Kota New York Mamdani Kutuk Pembunuhan yang Berlanjut di Gaza dan Kecam AIPAC Peselancar Gaza Mencari Ketenangan di Tengah Perang Safadi dan Kallas Bahas Upaya Mengakhiri Eskalasi di Kawasan Suriah: Kekerasan Massa Menyerang Kelompok yang Dituduh Terkait Era Assad Kerusakan Bangunan di Lebanon Akibat Serangan Israel Diperkirakan Capai 1,38 Miliar Dolar AS Presiden Turki Waspadai Upaya Merongrong Kesepakatan AS-Iran Spionase, Penculikan, Pembunuhan: Kesaksian Ungkap Wajah Tersembunyi Milisi Kolaborator di Gaza

Peselancar Gaza Mencari Ketenangan di Tengah Perang

Admin June 23, 2026 at 07:04
Peselancar Gaza Mencari Ketenangan di Tengah Perang

Berdasarkan laporan, komunitas peselancar di Gaza nyaris musnah akibat perang Israel yang oleh beberapa pihak digambarkan sebagai genosidal. Menurut data komunitas lokal dan organisasi kemanusiaan yang berhubungan dengan peselancar, sejumlah anggota komunitas telah gugur sejak gelombang kekerasan dimulai, sementara banyak lainnya menderita kehilangan peralatan dan tempat latihan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa laut —meskipun berisiko— tetap menjadi satu-satunya ruang dimana beberapa peselancar bisa sejenak melepaskan ketegangan dan trauma dari serangan sehari-hari. Mereka menggambarkan aktivitas berselancar sebagai bentuk pelarian emosional dan cara mempertahankan fragmen normalitas di tengah kehancuran di daratan.

Hingga laporan ini ditulis, beberapa peselancar masih berusaha melanjutkan latihan di perairan Gaza meskipun menghadapi pembatasan pelayaran, patroli militer, dan bahaya sisa ranjau atau puing. Aktivitas itu berlangsung dengan kehati-hatian tinggi: papan yang terpakai kembali dan sesi yang singkat di sore hari disebut-sebut sebagai pola yang umum.

Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti korban dalam komunitas ini, maupun klaim tentang kondisi keamanan di setiap titik pantai. Sumber lokal menyebutkan pula terdapat kendala logistik untuk mendapatkan peralatan baru dan akses ke fasilitas medis bagi yang terluka.

Menurut data yang dibagikan oleh kelompok lokal, beberapa inisiatif kecil telah muncul untuk membantu peselancar memulihkan peralatan dan menyediakan sesi dukungan psikologis informal. Namun dukungan itu masih terbatas dan bergantung pada relawan serta sumbangan kecil.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan mencoba mengonfirmasi angka serta pernyataan dari sumber independen. Untuk sekarang, gambaran yang muncul adalah tentang kelompok kecil yang memilih laut sebagai tempat mencari ketenangan di tengah konflik yang berkepanjangan.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.