Iran Tuduh Israel Serang PBB untuk Menghindari Akuntabilitas atas Temuan Kekerasan Seksual
Berdasarkan laporan PBB yang memasukkan pasukan keamanan Israel ke dalam daftar pihak yang dituding melakukan kekerasan seksual terkait konflik, Iran mengecam reaksi Tel Aviv sebagai upaya menghindari akuntabilitas.
Menurut data dari laporan tahunan Sekretaris Jenderal PBB, tuduhan terhadap pasukan Israel mencakup pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap tahanan Palestina. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua tuduhan tersebut benar, namun laporan itu menjadi pemicu kecaman internasional.
Kazem Gharibabadi, wakil menteri luar negeri Iran, menulis di X bahwa “Alih-alih menanggapi pencantuman entitas terkaitnya dalam daftar PBB tentang kekerasan seksual dalam konflik, rezim Israel telah menargetkan Sekretaris Jenderal PBB untuk dihukum, tanda pola berbahaya yang sama: menghindari akuntabilitas dengan menyerang lembaga internasional.” Sumber lokal menyebutkan bahwa ada laporan tentang pelanggaran oleh pasukan keamanan Israel terhadap tahanan Palestina, tetapi rincian kasus masih terbatas.
Gharibabadi juga menuding operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon tidak mematuhi komitmen gencatan senjata dan menyebabkan penderitaan warga sipil. Hingga laporan ini ditulis, Israel merespons laporan PBB dengan memutuskan hubungan dengan Sekretaris Jenderal PBB, langkah yang menurut para pengamat menunjukkan ketegangan lebih lanjut antara Tel Aviv dan badan PBB.
Menurut data yang beredar, selain Israel, beberapa negara atau kelompok lain juga tercantum dalam daftar PBB terkait kekerasan seksual di konflik. Tuduhan-tuduhan ini memicu perdebatan tentang akses dan kerja sama terhadap investigasi internasional.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang dilontarkan pihak-pihak terkait. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan akan mengabarkan perkembangan selanjutnya.
Photo by: Nahmad Hassan, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship