Guterres Sambut Perpanjangan Gencatan Senjata 45 Hari antara Lebanon dan Israel
Berdasarkan laporan, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyambut pengumuman perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel selama tambahan 45 hari. Menurut data yang disampaikan oleh juru bicara Sekretaris Jenderal, Guterres mengimbau semua pihak agar menghormati sepenuhnya penghentian permusuhan, menghentikan serangan, dan mematuhi kewajiban mereka menurut hukum internasional.
Sumber lokal menyebutkan bahwa meskipun gencatan senjata diperpanjang, insiden kekerasan masih dilaporkan di beberapa titik perbatasan. Menurut laporan awal, enam orang tewas, termasuk tiga petugas medis paramedis, sementara satu tentara Israel (IDF) tewas dalam insiden di selatan Lebanon. Status agama para korban belum dapat diverifikasi secara independen; jika korban beragama Muslim istilah yang lazim digunakan adalah “gugur”, sedangkan untuk korban non-Muslim atau yang terkait Hezbollah/Iran istilah yang digunakan adalah “tewas”. Belum dapat diverifikasi secara independen detail lebih lanjut mengenai identitas dan afiliasi para korban.
Menurut data dari pembicaraan diplomatik, perpanjangan gencatan senjata juga disertai kesepakatan untuk membentuk mekanisme koordinasi keamanan baru antara Tentara Lebanon dan Israel yang akan diawasi oleh Amerika Serikat. Tujuan mekanisme ini adalah mengurangi gesekan di lapangan dan memantau kepatuhan terhadap penghentian permusuhan.
Hingga laporan ini ditulis, Tim redaksi masih memverifikasi rincian lanjutan terkait jumlah korban, lokasi kejadian, dan implementasi mekanisme koordinasi keamanan. Belum dapat diverifikasi secara independen informasi lebih rinci dari sumber lokal dan pernyataan pihak terkait.
Photo by: Abdulrahman Alyaarobi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship