Serangan Udara Israel di Selatan Lebanon Menewaskan Sedikitnya Lima Orang, Hezbollah Balas dengan Roket
Berdasarkan laporan, serangkaian serangan udara yang dilancarkan pasukan Israel di selatan Lebanon pada 8 Mei 2026 menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang paramedis. Menurut data yang disiarkan Associated Press, serangan itu mengikuti peringatan evakuasi untuk beberapa desa di wilayah tersebut.
Sumber lokal menyebutkan bahwa sebagian serangan mengenai kawasan pemukiman dan fasilitas sipil. Hingga laporan ini ditulis, belum ada konfirmasi independen mengenai identitas mayoritas korban dan rinciannya masih kabur. Tim redaksi masih memverifikasi keterangan saksi mata dan foto-foto yang beredar.
Sebagai balasan, kelompok Hezbollah menembakkan serangkaian roket ke utara Israel. Menurut laporan, sebagian besar roket mendarat di kawasan terbuka sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah dan lokasi semua peluncuran yang diklaim oleh pihak-pihak yang terlibat.
Konflik lintas-perbatasan ini berlangsung meski telah ada gencatan senjata yang dimediasi AS sejak 17 April. Menurut data tambahan yang beredar di beberapa media, beberapa sumber mengklaim jumlah korban sipil di Lebanon meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir; angka-angka yang lebih tinggi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan agar Uni Eropa dan komunitas internasional memberikan tekanan kepada Israel untuk mematuhi gencatan senjata dan menghentikan penghancuran desa-desa perbatasan. Delegasi diplomatik dijadwalkan mengadakan pembicaraan di Washington dalam beberapa hari mendatang, namun Aoun menegaskan perlunya penghentian total aksi militer sebelum pembicaraan langsung.
Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim dari kedua belah pihak terkait sasaran militer yang dikatakan telah diserang. Sumber lokal menyebutkan bahwa infrastruktur pertanian dan tempat tinggal warga turut terdampak dalam beberapa serangan terakhir, menambah kekhawatiran soal krisis kemanusiaan di wilayah perbatasan.
Berdasarkan laporan dan pernyataan resmi yang tersedia, situasi di perbatasan tetap tegang dan potensi eskalasi masih tinggi. Tim redaksi akan mengupdate berita ini saat informasi baru dapat dikonfirmasi.
Photo by: Abdulrahman Alyaarobi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship