Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda

Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur

Admin July 27, 2026 at 19:02
Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur

Berdasarkan laporan jaringan قُدس (Quds Network), pasukan pendudukan dan milisi pemukim melakukan lebih dari 6.500 serangan terhadap warga di Tepi Barat sejak awal tahun 2026. Menurut data yang dipublikasikan oleh sumber tersebut, eskalasi ini berujung pada gugurnya 25 warga Palestina serta menimbulkan luka-luka, pembongkaran rumah, dan penggarapan lahan.

Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan-serangan itu mencakup penyerangan fisik, perusakan properti, serta tindakan yang mengakibatkan penggusuran dan kerusakan pertanian. Hingga laporan ini ditulis, angka total serangan yang diklaim melebihi 6.500 masih menjadi tolok ukur yang digunakan oleh organisasi-organisasi setempat untuk menilai tingkat kekerasan selama periode tersebut.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian yang disampaikan dalam laporan awal tersebut, termasuk jumlah pasti korban luka dan kerusakan materiil. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan berupaya mengonfirmasi data dari sumber resmi lain serta saksi mata di lapangan.

Laporan ini muncul di tengah kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut dan seruan dari kelompok kemanusiaan agar akses bantuan dan perlindungan bagi warga sipil diperkuat. Kami akan memperbarui berita ini setelah mendapat konfirmasi lebih lanjut dan sumber tambahan.

Photo by: Hale Ş, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.