Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

PBB Mendesak Israel Ambil Langkah untuk Mencegah ‘Genosida’ di Gaza

Admin May 18, 2026 at 22:04
PBB Mendesak Israel Ambil Langkah untuk Mencegah ‘Genosida’ di Gaza

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diperbarui pada Senin, PBB kembali menuntut agar Israel mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah terjadinya genosida di sektor Gaza. Laporan itu juga mengecam indikasi yang menurut PBB dapat mengarah pada “pembersihan etnis” baik di Gaza maupun di Tepi Barat yang diduduki.

Menurut data yang dikemukakan organisasi internasional tersebut, situasi kemanusiaan di Gaza memburuk tajam akibat gelombang serangan dan pembatasan akses terhadap bantuan. Hingga laporan ini ditulis, serangkaian serangan di wilayah itu dilaporkan menyebabkan warga sipil Palestina gugur, termasuk insiden yang menimpa sebuah pusat distribusi makanan di Deir al-Balah yang dilaporkan menewaskan tiga warga Palestina; Sumber lokal menyebutkan korban dalam insiden tersebut gugur saat upaya penyaluran bantuan.

Laporan lain yang beredar menyebutkan pembunuhan seorang pemimpin sayap militer Hamas dalam serangan presisi di Gaza City. Menurut pernyataan yang beredar, tokoh tersebut gugur dalam serangan tersebut. Pernyataan resmi dari pihak yang mengaku bertanggung jawab dan rincian operasional masih hangat dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Selain itu, menurut laporan media dan lembaga advokasi, perubahan kebijakan hukum yang diumumkan baru-baru ini memperlihatkan perpanjangan penerapan undang-undang yang memungkinkan pemberlakuan hukuman mati di Tepi Barat oleh otoritas militer Israel. Perkembangan hukum ini menimbulkan kekhawatiran tambahan di kalangan pengamat mengenai perlindungan hak asasi dan hukum humaniter.

Berdasarkan laporan media internasional, ada juga dokumentasi yang menyoroti kekerasan seksual sistematis selama serangan tahun 2023 yang dituduhkan terhadap pelaku dari satu pihak konflik; temuan ini digunakan untuk menekankan kebutuhan penyelidikan independen terhadap pelanggaran berat. Sementara itu, krisis rekonstruksi di Gaza—termasuk keterbatasan bahan bangunan akibat blokade—memperparah kondisi pengungsian dan pemulihan infrastruktur.

Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah klaim dan angka yang beredar, termasuk rincian operasi militer dan data korban dalam beberapa insiden. Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa pernyataan yang bertentangan dari pihak-pihak yang terlibat. Sumber lokal menyebutkan kendala besar dalam akses bagi tim bantuan dan jurnalis, yang memperumit upaya verifikasi lapangan.

PBB menegaskan kembali seruan agar semua pihak mematuhi hukum humaniter internasional dan mengambil tindakan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut yang dapat mengakibatkan kerusakan sipil masif. Hingga laporan ini ditulis, komunitas internasional terus mendesak penyelidikan independen dan perlindungan bagi warga sipil yang terkena dampak konflik.

Photo by: Hosny salah, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.