Negosiasi Gaza Mandek, Ribuan Warga Palestina Gugur dan Tertimbun Puing
Berdasarkan laporan dari The Jerusalem Post dan Haaretz, negosiasi mengenai pelucutan senjata Hamas dalam kerangka rencana perdamaian 20 poin yang dipimpin Amerika Serikat saat ini terhenti.
Menurut data yang dikutip, Hamas menyatakan kesediaan teoritis untuk menghancurkan persenjataannya namun mengajukan syarat-syarat keras, termasuk penarikan penuh pasukan Israel, amnesti bagi anggotanya, dan penempatan pasukan stabilisasi internasional untuk mencegah aksi pembunuhan. Sebaliknya, Israel menegaskan bahwa proses demiliterisasi harus dilakukan terlebih dahulu sebelum ada penarikan.
Hingga laporan ini ditulis, kebuntuan tersebut semakin diperumit oleh perluasan kontrol teritorial Israel di Jalur Gaza, yang diperkirakan telah mencapai sekitar 59% wilayah Gaza menurut salah satu sumber. Menurut data lain, gencatan senjata relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir, dan kekurangan tekanan dari administrasi AS disebut-sebut turut berkontribusi pada minimnya kemajuan diplomatik sehingga memungkinkan Israel lebih lanjut mengonsolidasikan kontrolnya.
Sumber lokal menyebutkan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza sangat parah: ribuan jenazah warga Palestina yang gugur masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan yang runtuh. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah pasti korban maupun kondisi rinci di semua lokasi yang terdampak.
Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi dari semua pihak terkait dan akan memperbarui laporan bila informasi tambahan tersedia.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship