CFU Laporkan Sterilisasi Paksa dan Pemisahan Anak terhadap Ibu Uyghur
Berdasarkan laporan Campaign for Uyghurs (CFU) yang dirilis 8 Mei 2026, organisasi itu menuduh adanya kebijakan represif terhadap perempuan Uyghur di wilayah Xinjiang (East Turkistan). Laporan tersebut menyoroti pelanggaran hak asasi yang berat, termasuk sterilisasi paksa, aborsi yang dipaksakan, pernikahan yang disponsori negara, dan pemisahan anak dari keluarga.
Menurut data dalam laporan, sekitar satu juta anak dipisahkan dari keluarga mereka untuk dimasukkan ke program pembentukan ideologi negara. Tuduhan lain dalam laporan mencakup praktik sterilisasi massal dan tekanan terhadap perempuan dan ibu untuk menghentikan kelahiran.
Hingga laporan ini ditulis, CFU menyatakan bahwa tindakan tersebut menyebabkan penahanan massal terhadap ibu-ibu Uyghur; sumber lokal menyebutkan beberapa kasus ibu yang gugur saat menghadapi perlakuan keras di fasilitas penahanan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim ini dan jumlah korban yang tepat.
Rushan Abbas, Direktur Eksekutif CFU, mengecam apa yang disebutnya sebagai keheningan internasional yang memekakkan dan mendesak komunitas global untuk bertindak segera guna membebaskan ibu-ibu yang menurut laporan dipenjara tanpa dasar dan menghentikan apa yang digambarkan sebagai genosida budaya terhadap komunitas Uyghur.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Tiongkok terhadap tuduhan yang disampaikan. Tim redaksi masih memverifikasi klaim, berupaya menghubungi sumber-sumber tambahan, dan menunggu konfirmasi independen. Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa detail yang termuat dalam pernyataan CFU.
Photo by: Hale Ş, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship