Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid DR Kongo: Operasi Perenco Picu Ancaman Pencemaran Berat bagi Warga Muanda Dolar AS Turun Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran Dihancurkan 62 Kendaraan Pasukan Dukungan Cepat, Tentara Sudan Maju di Kordofan Utara Guterres Kunjungi Penjara ‘Assad’ Sednaya

AS ‘Empati Bunuh Diri’ bagi Israel saat Gaza Menghadapi Kiamat, menurut Mouin Rabbani

Admin May 27, 2026 at 19:04
AS ‘Empati Bunuh Diri’ bagi Israel saat Gaza Menghadapi Kiamat, menurut Mouin Rabbani

Berdasarkan laporan dalam episode Palestine This Week bersama Mouin Rabbani, Gaza digambarkan sedang menghadapi “apocalypse” akibat serangkaian operasi militer Israel yang menurut penilaiannya merupakan bagian dari kebijakan puluhan tahun yang mengarah pada apa yang disebutnya sebagai genosida.

Menurut data dan analisis yang dipaparkan dalam program tersebut, ada rencana berjenjang untuk wilayah pendudukan Tepi Barat yang dapat dimaknai sebagai proses pembersihan etnis: pertama memperkuat praktik apartheid, kemudian mengosongkan daerah pedesaan, memaksa penduduk Palestina ke kota-kota, dan akhirnya menciptakan kondisi yang memungkinkan pengusiran massal.

Episode ini juga menyorot rencana Gaza yang diusulkan oleh Mladenov, tindakan penghinaan oleh Menteri Keamanan Publik Itamar Ben-Gvir terhadap aktivis flotila, serta normalisasi politik sayap kanan Israel yang semakin diterima di tingkat internasional. Selain itu dibahas istilah yang dipakai oleh beberapa pengamat, yakni “suicidal empathy for Israel” yang ditujukan kepada kebijakan luar negeri AS dalam konflik ini.

Menurut laporan, ada upaya diplomatik yang lebih luas: usaha mantan Presiden AS untuk mengaitkan negosiasi dengan Iran pada Abraham Accords, serta kabar tentang langkah AS-Israel untuk mencabut peranan Yordania sebagai pemelihara status quo Masjid Al-Aqsa. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim-klaim tertentu terkait negosiasi tingkat tinggi ini.

Sumber lokal menyebutkan warga sipil Palestina, mayoritas Muslim, gugur dalam gelombang serangan dan pengepungan yang berlangsung, sementara beberapa pejuang non-Muslim dan elemen Hizbullah atau yang terkait Iran dilaporkan tewas di kancah pertempuran di perbatasan Lebanon. Belum dapat diverifikasi secara independen jumlah dan identitas korban.

Hingga laporan ini ditulis, gencatan senjata masih belum tercapai dan tekanan internasional terhadap pihak-pihak yang berkonflik terus meningkat. Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim penting yang muncul dalam episode tersebut dan akan memperbarui laporan bila informasi tambahan tersedia.

Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.