Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid Kabinet Israel Setujui Penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Lebih dari 6.500 Serangan Pemukim di Tepi Barat Sejak Awal 2026, 25 Gugur Iran Menolak Pembicaraan AS saat Selat Hormuz Tetap Ditutup Kepala PBB Temui Perwakilan Masyarakat Sipil Suriah di Damaskus Pemimpin Oposisi Israel: Prajurit Bayar Harga Kebijakan “Ceroboh” Netanyahu Iran: Pertukaran Pesan dengan AS Berlanjut, Namun Syarat untuk Berunding Tidak Ada Tentara Lebanon Kecam ‘Serangan dan Pelanggaran’ Israel yang Terus Berlangsung Protes Meletus di Tripoli atas Pemadaman Listrik, Jalan dan Kementerian Ditutup Haft Mewa: Tradisi Nowruz Afghanistan yang Kaya Makna dan Cita Rasa Tentara Sudan Klaim Kuasai Jalan Raya Strategis Penghubung Khartoum dan el-Obeid

Anak Negosiator Hamas Khalil al-Hayya Gugur dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Admin May 8, 2026 at 15:03
Anak Negosiator Hamas Khalil al-Hayya Gugur dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Berdasarkan laporan, sebuah serangan udara Israel di Kota Gaza pada 7 Mei 2026 membuat Azzam al-Hayya, anak dari penegosiasi utama Hamas Khalil al-Hayya, gugur. Menurut data yang disampaikan beberapa media internasional dan pernyataan Hamas, Azzam, yang berusia 32 tahun, menjadi salah satu korban dalam gelombang serangan yang berlangsung pada hari itu.

Menurut data, serangan pada hari yang sama dilaporkan menyebabkan gugurnya lima warga Palestina, termasuk seorang kolonel polisi senior. Hamas mengecam insiden tersebut sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada Oktober 2025 dan menuduh Israel menargetkan keluarga pejabat untuk memaksakan konsesi dalam negosiasi.

Sumber lokal menyebutkan bahwa pembicaraan mediasi di Kairo antara Hamas, pihak pemberi mediasi, dan perwakilan internasional mengalami kebuntuan, terutama terkait tuntutan pelucutan senjata dari pihak Hamas sebagai prasyarat. Hingga laporan ini ditulis, negosiasi dikabarkan masih terhenti dan opsi militer penuh kembali dibahas di kalangan pejabat keamanan Israel.

Hingga laporan ini ditulis, situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Menurut data yang beredar, lebih dari 840 korban jiwa telah tercatat sejak penandatanganan gencatan senjata pada Oktober 2025, sementara kelangkaan obat, kerusakan infrastruktur, dan krisis air bersih semakin memperparah kondisi warga sipil.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang dibuat oleh pihak-pihak terkait, termasuk rincian korban dan motif serangan. Tim redaksi masih memverifikasi kronologi lengkap peristiwa dan keterangan resmi dari pihak Israel dan mediator internasional.

Sumber lokal dan pernyataan resmi dari Hamas menjadi rujukan awal atas informasi ini, namun perkembangan lebih lanjut diharapkan dari konfirmasi pihak berwenang dan laporan lapangan independen.

Photo by: Abdallah Egbareia, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.