Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ● Parlemen Turki Setujui UU Bersejarah Untuk Reintegrasi Militan PKK ● Daraa Kembali Bergairah dalam ‘Mewarnai’ Festival Musim Panas Horan ● Trump Tuntut Kompensasi dari Iran atas Dugaan Kekejaman Selama 50 Tahun ● PBB: Operasi Militer Israel di Gaza Terus Menempatkan Warga Sipil ‘Berisiko’ ● Khamenei Lakukan Perombakan Besar pada Pimpinan Angkatan Bersenjata dan IRGC: Enam Penunjukan Baru ● Pejabat ‘Board of Peace’ AS: Rencana Gaza Masih Berlaku Meski Netanyahu Menolak ● Hampir 6.000 Mengungsi dalam Sehari di Darfur Barat: Laporan IOM ● Ahli PBB Kecam Lonjakan Serangan terhadap Warga Palestina di Wilayah yang Diduduki ● Palestinian Red Crescent Buka Rumah Sakit Lapangan di Gaza untuk Hampir 500.000 Orang ● Pengawal Revolusi Iran: Rudal Kini Bisa Ubah Arah Saat Terbang untuk Mengelabui Pertahanan Udara ●

Anak Negosiator Hamas Khalil al-Hayya Gugur dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Admin May 8, 2026 at 15:03
Anak Negosiator Hamas Khalil al-Hayya Gugur dalam Serangan Udara Israel di Gaza

Berdasarkan laporan, sebuah serangan udara Israel di Kota Gaza pada 7 Mei 2026 membuat Azzam al-Hayya, anak dari penegosiasi utama Hamas Khalil al-Hayya, gugur. Menurut data yang disampaikan beberapa media internasional dan pernyataan Hamas, Azzam, yang berusia 32 tahun, menjadi salah satu korban dalam gelombang serangan yang berlangsung pada hari itu.

Menurut data, serangan pada hari yang sama dilaporkan menyebabkan gugurnya lima warga Palestina, termasuk seorang kolonel polisi senior. Hamas mengecam insiden tersebut sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada Oktober 2025 dan menuduh Israel menargetkan keluarga pejabat untuk memaksakan konsesi dalam negosiasi.

Sumber lokal menyebutkan bahwa pembicaraan mediasi di Kairo antara Hamas, pihak pemberi mediasi, dan perwakilan internasional mengalami kebuntuan, terutama terkait tuntutan pelucutan senjata dari pihak Hamas sebagai prasyarat. Hingga laporan ini ditulis, negosiasi dikabarkan masih terhenti dan opsi militer penuh kembali dibahas di kalangan pejabat keamanan Israel.

Hingga laporan ini ditulis, situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Menurut data yang beredar, lebih dari 840 korban jiwa telah tercatat sejak penandatanganan gencatan senjata pada Oktober 2025, sementara kelangkaan obat, kerusakan infrastruktur, dan krisis air bersih semakin memperparah kondisi warga sipil.

Belum dapat diverifikasi secara independen semua klaim yang dibuat oleh pihak-pihak terkait, termasuk rincian korban dan motif serangan. Tim redaksi masih memverifikasi kronologi lengkap peristiwa dan keterangan resmi dari pihak Israel dan mediator internasional.

Sumber lokal dan pernyataan resmi dari Hamas menjadi rujukan awal atas informasi ini, namun perkembangan lebih lanjut diharapkan dari konfirmasi pihak berwenang dan laporan lapangan independen.

Photo by: Abdallah Egbareia, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.