Albanese: Perilaku Ben-Gvir Bukan Tindakan Individual, Skenario Gaza Bisa Terulang di Negara Lain
Berdasarkan laporan dari jaringan Quds dan pernyataan pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Palestina, Francesca Albanese, reaksi Eropa terhadap tindakan yang dilakukan oleh Israel terhadap peserta “Asyik Global Sumud” menjadi sorotan internasional. Albanese menilai bahwa perilaku Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir bukan sekadar tindakan individu melainkan mencerminkan pola yang lebih luas dalam kebijakan dan praktik.
Menurut data yang dilaporkan, pasukan laut Israel mencegat kapal-kapal bantuan yang tergabung dalam “Flotila Sumud” dan menahan ratusan aktivis dari puluhan negara sebelum melakukan deportasi. Video yang beredar menunjukkan Ben-Gvir mempermalukan dan mengejek para aktivis yang diborgol dan ditutup matanya di Pelabuhan Ashdod, yang memicu kecaman dari sejumlah negara Eropa dan panggilan pemanggilan duta besar.
Albanese memperingatkan bahwa apa yang terjadi di perairan yang menuju Gaza mencerminkan skenario yang bisa berulang di negara lain jika tidak ada tindakan internasional yang tegas. “Ini bukan perilaku individu; ini bagian dari pola yang lebih luas yang dapat diimitasi atau diterapkan di lokasi lain,” ujar Albanese, menurut laporan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa pengambilan gambar dan penyebaran video oleh pejabat tinggi Israel semakin memperburuk citra dan memicu reaksi diplomatik dari negara-negara seperti Spanyol, Italia, Prancis, dan Kanada. Hingga laporan ini ditulis, beberapa pemerintah telah memanggil duta besar Israel untuk memberikan penjelasan.
Belum dapat diverifikasi secara independen semua detail terkait kronologi insiden dan motivasi di balik perilaku individu yang terekam, namun bukti video yang beredar telah menjadi dasar kecaman internasional dan permintaan penyelidikan. Menurut data yang beredar di media internasional, sekitar 428–430 peserta dipulangkan setelah ditahan singkat.
Albanese juga menyoroti dampak sistemik dari perlakuan tersebut terhadap hak asasi manusia warga Palestina dan aktivis internasional yang mencoba memberikan bantuan kemanusiaan. Pernyataannya menegaskan perlunya mekanisme akuntabilitas yang lebih efektif di tingkat internasional untuk mencegah terulangnya pola serupa.
Tim redaksi masih memverifikasi beberapa rincian dan konteks tambahan dari pernyataan dan rekaman yang beredar, termasuk jumlah pasti peserta, kondisi penahanan, dan langkah diplomatik lanjutan. Tim akan memperbarui laporan ini bila ada informasi yang telah dikonfirmasi lebih lanjut.
Photo by: Mohammed Abubakr, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship