Trump Tangguhkan ‘Project Freedom’ Setelah Saudi Tolak Akses Udara, Ketegangan di Selat Hormuz Memicu Serangan Balasan AS
Berdasarkan laporan dari sejumlah media internasional, Presiden AS Donald Trump menangguhkan inisiatif militer bernama “Project Freedom” yang dirancang untuk mengawal kapal dagang melalui Selat Hormuz. Menurut data yang dipublikasikan, Riyadh menolak memberikan akses penggunaan ruang udara dan pangkalan militer kepada pasukan AS, termasuk permintaan penggunaan Pangkalan Udara Prince Sultan. Sumber lokal menyebutkan penolakan itu dimaksudkan untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Iran dan risiko serangan balasan ke infrastruktur Saudi.
Beberapa media melaporkan bahwa Washington membenarkan penundaan dengan alasan kemajuan diplomasi dan mediasi pihak ketiga, sementara laporan lain menyebut masalah logistik regional sebagai penyebab utama. Menurut data, lalu lintas pengiriman turun drastis hingga sekitar 20% dari level sebelum konflik, yang turut memperburuk krisis kemanusiaan di Teluk. Pada saat yang sama, laporan militer menyebutkan serangan AS terhadap fasilitas rudal dan drone Iran setelah tiga kapal perusak Angkatan Laut AS menjadi sasaran; tidak ada kapal AS yang dilaporkan mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.
Hingga laporan ini ditulis, klaim terkait penolakan akses pangkalan dan rincian perjanjian gencatan senjata masih belum dapat diverifikasi secara independen. Beberapa sumber menyebut adanya draf nota kesepahaman 14 poin yang sedang ditinjau untuk mengakhiri blokade dan menyelesaikan isu program nuklir Iran, namun Tim redaksi masih memverifikasi kebenaran dokumen tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi rincian tambahan terkait peran mediasi dari negara-negara seperti Pakistan dan China serta kemungkinan kelanjutan atau penghentian penuh operasi militer di kawasan.
Photo by: Melika Hazrati, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship