Serangan Udara Israel di Gaza dan Lebanon, Puluhan Korban Dilaporkan
Berdasarkan laporan dari beberapa media regional dan internasional, serangkaian serangan udara dan serangan drone yang dilancarkan oleh Israel dilaporkan menimbulkan puluhan korban jiwa dan kerusakan di Gaza serta di beberapa wilayah Lebanon.
Menurut data yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Gaza dan dilaporkan Quds News Network, serangan drone Israel menewaskan tiga warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk dua petugas kepolisian—salah satunya kepala penyelidikan kriminal Khan Younis—dan seorang warga sipil di kamp Al-Maghazi; korban Palestina tersebut dilaporkan gugur. Hingga laporan ini ditulis, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.736 jiwa.
Di Lebanon, laporan dari Los Angeles Times dan pernyataan Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa gelombang serangan udara pada akhir pekan menewaskan puluhan orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 12 tahun dan ayahnya. Menurut data kementerian kesehatan Lebanon, setidaknya 39 orang dilaporkan tewas dalam serangan hari Sabtu, dengan beberapa korban jatuh di kota Saksakiyeh; seorang warga Suriah dan putrinya juga dilaporkan tewas.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Serangan itu menyasar sasaran yang diklaim milik Hezbollah, sementara militer Israel mengatakan pihaknya menargetkan fasilitas militan dan persediaan senjata. Sementara itu, serangan drone Hezbollah dilaporkan melukai tiga tentara Israel. Selain itu, ada laporan tentang terjadinya pembunuhan terhadap seorang komandan puncak Hezbollah—komandan tersebut dilaporkan tewas, namun hal ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Channel 13 dan laporan media lain menambahkan tuduhan serius terkait operasi militer di Gaza: penyelidikan internal mengindikasikan bahwa tentara IDF yang secara tidak sengaja menewaskan tiga sandera Israel bertindak di bawah aturan tembak semua pria yang terlihat; tiga sandera Israel tersebut dilaporkan tewas dalam insiden Desember 2023. Belum dapat diverifikasi secara independen semua rincian tersebut, dan klaim-klaim dari pihak yang bertikai saling berbeda.
Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah pernyataan dan angka yang beredar dari berbagai sumber. Hingga laporan ini ditulis, situasi dinilai terus memburuk dengan pelanggaran gencatan senjata yang dilaporkan sejak kesepakatan Oktober 2025, dan upaya diplomatik untuk melanjutkan perundingan damai sedang berlangsung di Washington.
Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship