Serangan Israel di Gaza dan Lebanon Berlanjut: Puluhan Gugur, Pemimpin Hezbollah Tewas
Berdasarkan laporan dari beberapa media regional dan pernyataan militer, serangkaian serangan yang dilakukan Israel di Gaza dan Lebanon pada awal Mei 2026 kembali menimbulkan korban jiwa dan eskalasi militer.
Menurut data, dalam 48 jam terakhir serangan udara Israel di Gaza menyebabkan setidaknya empat warga Palestina gugur, termasuk seorang pria yang menjadi sasaran drone di dekat kamp pengungsi Jabalia. Hingga laporan ini ditulis, jumlah korban Palestina sejak gencatan senjata Oktober dilaporkan telah mencapai lebih dari 850 yang gugur, sementara Israel disebutkan menguasai sekitar 60% wilayah Gaza.
IDF (Tentara Pertahanan Israel) juga mengonfirmasi hilangnya nyawa Ibrahim Abu Tzakar, yang disebut sebagai anggota Hamas dan paramedis yang terlibat dalam insiden Oktober 2023; Abu Tzakar dilaporkan gugur dalam aksi itu. Sumber lokal menyebutkan militer Israel juga menghancurkan delapan terowongan Hamas sepanjang 2,5 kilometer dan menyerang pusat komando di bagian utara Gaza sebagai upaya menetralkan ancaman yang dinilai mengancam.
Di Lebanon, menurut laporan gabungan unit pengamat dan biro berita, serangan Israel menewaskan sedikitnya 13 orang dan mengenai puluhan sasaran yang dikaitkan dengan Hezbollah. Serangan itu diklaim menewaskan kepala pasukan elit Radwan Hezbollah. Serangan drone juga dilaporkan melukai beberapa tentara Israel.
Isu politik dan diplomasi terus bergerak di tengah eskalasi. Menurut data, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan bertemu pejabat Hamas Muhammad Darwish di Ankara untuk membahas bantuan kemanusiaan dan upaya perdamaian; Fidan mengecam perluasan militer Israel dan hambatan terhadap distribusi bantuan sebagai “tidak dapat diterima.” Sementara itu, pembicaraan yang dimediasi AS dijadwalkan dilanjutkan di Washington untuk membahas kerangka perdamaian, termasuk isu pelucutan senjata dan penarikan pasukan.
Berdasarkan laporan media Israel, lebih dari seribu warga Israel menggelar demonstrasi di berbagai kota menentang kebijakan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait penanganan kekerasan dan keamanan nasional.
Beberapa klaim dan angka yang beredar belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan hambatan distribusi bantuan kemanusiaan dan peningkatan korban sipil di wilayah perkotaan Gaza, namun tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut.
Tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan yang bertentangan dan akan memperbarui informasi bila ada konfirmasi resmi lebih lanjut.
Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship