Rusia Gunakan Rudal Hipersonik Oreshnik dalam Serangan ke Kyiv, Sedikitnya Empat Orang Tewas
Berdasarkan laporan dari beberapa media internasional, Rusia melancarkan serangan besar-besaran dengan menggunakan ratusan drone dan puluhan rudal ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan wilayah sekitarnya pada Rabu malam.
Menurut data yang dihimpun dari Associated Press dan media lain, serangan itu melibatkan sekitar 600 drone dan 90 rudal, dan mencatat penggunaan rudal balistik hipersonik “Oreshnik” untuk hanya ketiga kalinya sejak perang dimulai. Oreshnik, yang menurut klaim Moskow mampu melaju hingga Mach 10 dan sulit diintersepsi, dilaporkan menghantam wilayah kota di luar Kyiv.
Hingga laporan ini ditulis, setidaknya empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat hantaman yang merusak bangunan tempat tinggal, sekolah, pasar, dan infrastruktur sipil di sekitar ibu kota. Sumber lokal menyebutkan beberapa kawasan mengalami kerusakan parah dan kebakaran akibat ledakan.
Moskow menyatakan serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan Ukraina di wilayah yang diduduki, namun klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Presiden Ukraina dan pejabat setempat mengatakan serangan itu menyoroti kekurangan sistem pertahanan udara Barat yang efektif untuk menghadapi senjata hipersonik.
Prancis dan Jerman mengutuk penggunaan rudal Oreshnik oleh Rusia, menyebut serangan itu sebagai serangan terhadap sasaran sipil. Pernyataan kecaman juga datang dari sejumlah pemerintahan lain dan organisasi internasional yang menilai eskalasi tersebut berbahaya bagi warga sipil.
Belum dapat diverifikasi secara independen pula apakah korban yang tewas berasal dari kelompok agama atau etnis tertentu; oleh karena itu laporan ini menggunakan keterangan umum mengenai korban. Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan akan memperbarui informasi bila ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang atau sumber lapangan.
Photo by: Sergey Koznov, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship