PM Spanyol Pedro Sánchez Bela Boikot Eurovision atas Partisipasi Israel
Berdasarkan laporan Associated Press dan Reuters, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mempertahankan keputusan negaranya untuk memboikot Kontes Lagu Eurovision 2026 sebagai bentuk protes terhadap partisipasi Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza. Sánchez menyatakan langkah itu merupakan “keputusan moral” pemerintah, menurut pernyataan yang dirilis kantor perdana menteri.
Menurut data resmi yang dikumpulkan dari penyelenggara dan media internasional, penyiar publik Spanyol RTVE menarik dukungannya dan menarik diri dari kompetisi. Keputusan ini diikuti oleh Irlandia, Slovenia, Belanda, dan Islandia, sehingga jumlah peserta berkurang signifikan.
Hingga laporan ini ditulis, final Eurovision tetap berlangsung di Wina dengan jumlah peserta menyusut menjadi sekitar 35 delegasi, angka terendah sejak 2003. Penyelenggara menegaskan acara berjalan meski diwarnai protes di lokasi dan perpecahan publik.
Sánchez membela boikot dengan alasan tekanan moral terhadap partisipasi negara yang tengah terlibat konflik, dan mengatakan Spanyol tidak dapat menonton atau merayakan acara yang menurut pemerintahnya mengabaikan situasi kemanusiaan terkini. Tim redaksi masih memverifikasi kutipan lengkap dari pernyataan tersebut dan rincian internal keputusan pemerintah.
Langkah boikot telah memicu reaksi beragam di masyarakat. Sumber lokal menyebutkan sejumlah penggemar membatalkan nonton bareng tradisional dan beralih menonton secara individu melalui platform daring seperti YouTube, sementara RTVE menyiarkan program penghormatan terhadap sejarah musik Spanyol pada waktu yang sama.
Beberapa laporan menyebutkan penyelenggara memberikan peringatan formal terhadap penyiar Israel terkait pelanggaran aturan kompetisi; klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen. Di sisi lain, opini di beberapa media internasional menyoroti meningkatnya ketegangan dan tudingan antisemitisme terhadap gerakan boikot—klaim yang juga belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi kami.
Para pendukung boikot menyatakan tindakan tersebut perlu sebagai bentuk solidaritas dan tekanan politik, sementara penentang berargumen musik seharusnya terlepas dari politik dan menyesalkan hilangnya tradisi budaya. Tim redaksi masih memverifikasi semua klaim dan dokumen resmi terkait keputusan pemerintah Spanyol serta rincian komunikasi antara RTVE dan penyelenggara Eurovision.
Photo by: Angel Bena, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship