Kerusakan Bangunan di Lebanon Akibat Serangan Israel Diperkirakan Capai 1,38 Miliar Dolar AS
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) dan Dewan Nasional untuk Penelitian Ilmiah Lebanon (CNRS) yang terkait pemerintah, biaya langsung kerusakan bangunan di selatan Lebanon akibat ofensif Israel diperkirakan mencapai 1,38 miliar dolar AS.
Menurut data dalam laporan tersebut, puing diperkirakan berjumlah sekitar 3,1 juta meter kubik. Laporan menemukan bahwa 11.095 bangunan sepenuhnya hancur, setara dengan 17.891 unit hunian. Selain itu 2.242 bangunan dilaporkan rusak sebagian, setara 5.219 unit hunian, sementara 9.311 bangunan mengalami kerusakan ringan, setara 18.282 unit hunian.
Penilaian ini mencakup wilayah selatan Sungai Litani, termasuk distrik Bint Jbeil, Marjayoun, Nabatieh, Tyre, dan Sidon. Sumber lokal menyebutkan kehancuran parah di kota Tyre setelah gelombang serangan yang terjadi pada hari kedua Idul Adha, dengan banyak kawasan permukiman dan fasilitas umum yang rusak berat.
Belum dapat diverifikasi secara independen apakah angka-angka ini mencakup seluruh kerusakan di wilayah lain di Lebanon atau kerusakan pada infrastruktur non-bangunan seperti jaringan listrik dan air. Hingga laporan ini ditulis, tim redaksi masih memverifikasi laporan lapangan tambahan, termasuk dampak terhadap pengungsi, layanan publik, dan laporan korban jiwa.
Tim redaksi masih memverifikasi data dan keterangan lapangan yang masuk dari berbagai sumber. Laporan penilaian yang dirilis UNDP dan CNRS menjadi dasar awal untuk perencanaan pemulihan, namun proses verifikasi dan penilaian lanjutan di lapangan diperlukan untuk menyusun estimasi komprehensif tentang kebutuhan rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan.
Photo by: Jo Kassis, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel