Israel dan Rusia Masuk Daftar Hitam PBB atas Kekerasan Seksual untuk Pertama Kali
Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dirilis pada 2026, untuk pertama kalinya dalam 15 tahun tinjauan tahunan, Israel dan Rusia dimasukkan ke dalam “daftar hitam” pelaku kekerasan seksual dalam zona konflik. Laporan itu juga mempertahankan pencantuman kelompok seperti Hamas.
Menurut data dari laporan tersebut, tim penyidik PBB mendokumentasikan pola penyiksaan dan kasus kekerasan seksual terhadap tahanan Palestina oleh sejumlah entitas Israel, termasuk institusi pemasyarakatan. Sumber lokal menyebutkan sejumlah korban Muslim dilaporkan gugur terkait perlakuan terhadap tahanan. Belum dapat diverifikasi secara independen berapa banyak korban dan rincian peristiwanya; tim redaksi masih memverifikasi klaim ini.
Menurut data yang sama, laporan PBB juga mencatat ratusan kasus kekerasan seksual yang dikaitkan dengan pasukan Rusia di Ukraina, termasuk terhadap tahanan perang dan warga sipil. Laporan menyebutkan dampak yang sangat serius terhadap korban non-Muslim; beberapa ratus korban dilaporkan tewas. Belum dapat diverifikasi secara independen semua tuduhan tersebut, dan tim redaksi masih memverifikasi bukti serta angka-angka yang dipublikasikan.
Hingga laporan ini ditulis, kedua negara menolak tuduhan tersebut. Israel menyatakan akan membekukan hubungan dengan kantor Sekretaris Jenderal PBB dan menuduh keputusan itu bermotif politik; pejabat Israel menyebut temuan itu sebagai fitnah yang tidak berdasar. Rusia juga menolak semua tuduhan dan menilai laporan tersebut bias.
Sumber lokal menyebutkan kondisi tahanan di beberapa fasilitas tetap menjadi perhatian para penyidik PBB, namun detail kronologi dan bukti forensik masih dikaji oleh panel independen. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim, dan tim redaksi masih memverifikasi dokumen serta pernyataan pihak-pihak terkait sebelum dapat menyajikan rincian tambahan kepada pembaca.
Photo by: Saifee Art, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship