Warga Palestina Memperingati 78 Tahun Nakba di Tengah Perang dan Pengungsian Berkelanjutan
Berdasarkan laporan, warga Palestina pada Jumat memperingati hari ke-78 Nakba — peristiwa pengusiran ratusan ribu orang dari kota, kota kecil, dan desa mereka di sebagian besar wilayah Palestina bersejarah pada 1948. Menurut data, sekitar 800.000 warga Palestina mengungsi pada peristiwa 1948 tersebut.
Sumber lokal menyebutkan peringatan tahun ini berlangsung dengan unjuk rasa, pameran, dan acara publik di Tepi Barat dan wilayah lain, termasuk pertunjukan tradisional dan tarian rakyat di Bethlehem. Acara-acara tahun ini menggunakan slogan “Kami takkan pergi. Akar kami lebih dalam dari kehancuranmu,” yang menyerukan pengakuan hak kembali bagi jutaan pengungsi Palestina.
Menurut data, konflik saat ini di Gaza telah menimbulkan dampak yang dinilai oleh banyak penduduk sebagai lebih besar daripada Nakba 1948. Hingga laporan ini ditulis, pihak yang melaporkan menyebutkan korban di Gaza mencapai lebih dari 72.000 orang yang gugur dan sebagian besar penduduk — sekitar 90 persen — hidup dalam kondisi sangat buruk akibat pemusatan pengungsian, kekurangan pangan, air, dan layanan kesehatan. Sumber lokal menyebutkan pula adanya kerusakan parah pada kota-kota seperti Rafah dan Beit Hanoun.
Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh angka dan klaim kehancuran tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah laporan yang beredar terkait tingkat kerusakan infrastruktur dan jumlah korban.
Di dalam wilayah pendudukan lain, peringatan Nakba diwarnai tindakan keamanan dan penindakan. Berdasarkan laporan, polisi Israel menangkap sembilan pengunjuk rasa di Haifa pada 14 Mei setelah demonstrasi yang menampilkan bendera Palestina dan spanduk menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut “Nakba yang sedang berlangsung.” Para tersangka dilaporkan ditangkap karena dianggap mengganggu ketertiban umum.
Secara internasional, kota-kota besar menyiapkan demonstrasi peringatan Nakba, dengan rencana aksi di berbagai negara yang menuntut diakhirinya kekerasan dan penegasan hak kembali warga Palestina.
Peringatan tahun ini menyoroti rasa sakit historis pengusiran 1948 sekaligus penderitaan akibat perang yang sedang berlangsung. Sumber lokal menyebutkan keluarga-keluarga pengungsi terus menegaskan tuntutan atas hak kembali dan pencarian keadilan.
Belum dapat diverifikasi secara independen beberapa klaim terkait angka terbaru dan kondisi di lapangan; tim redaksi masih memverifikasi laporan-laporan tambahan dari berbagai sumber di wilayah konflik.
Photo by: Ahmed akacha, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship