OIC Desak Akhiri Pendudukan, Gelombang Serangan di Gaza dan Lebanon Memperburuk Ketegangan
Berdasarkan laporan dari beberapa sumber internasional, Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) mendesak penghentian segera atas pendudukan wilayah Palestina dan mendukung penerapan solusi dua negara untuk meredakan konflik yang terus berlangsung.
Menurut data yang disampaikan oleh perwakilan OIC, Duta Besar Turki untuk PBB Ahmet Yildiz, organisasi tersebut mengecam ekspansi pemukiman Israel, kekerasan di Tepi Barat, serta perang yang masih berlangsung di Gaza sebagai ancaman terhadap keamanan global. OIC juga mengutip opini konsultatif Mahkamah Internasional 2024 dan mendesak PBB untuk mempertimbangkan pemberian status keanggotaan penuh bagi Palestina serta mendesak gencatan senjata untuk mengatasi apa yang disebut sebagai “ketidakadilan historis” akibat pendudukan.
Hingga laporan ini ditulis, ketegangan di wilayah perbatasan juga meningkat. Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan udara Israel di selatan Lebanon pada hari Jumat menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang paramedis dan empat warga di desa Toura. Beberapa saksi di lapangan mengatakan korban termasuk warga sipil; perincian lebih lanjut mengenai identitas dan agama korban belum dapat diverifikasi secara independen. Hezbollah membalas dengan menembakkan roket ke wilayah utara Israel, namun tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Israel.
Di sisi lain, Israel mengklaim telah menewaskan seorang komandan senior Hezbollah beberapa hari sebelumnya; klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak ketiga.
Menurut laporan Haaretz, seorang remaja Palestina berusia 15 tahun, Youssef Shtayyeh, gugur setelah ditembak oleh pasukan Israel saat mencoba melarikan diri dari jarak sekitar 100 meter. Artikel tersebut menyebutkan adanya perubahan aturan keterlibatan yang diduga mengizinkan penembakan terhadap pelempar batu, namun rincian kebijakan dan tanggung jawab sistemik atas kejadian ini masih diperdebatkan.
Sementara itu, kelompok hak asasi Israel Adalah mengajukan permintaan agar Layanan Penjara Israel mengizinkan kunjungan dokter untuk Saif Abu Keshek, seorang aktivis flotilla Gaza yang kini sedang melakukan mogok makan dan dilaporkan telah berhenti minum air sebagai protes atas dugaan ancaman dan perlakuan selama interogasi.
Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim yang beredar terkait jumlah korban dan identitas pelaku di beberapa insiden yang dilaporkan. Tim redaksi masih memverifikasi setiap klaim dan dokumentasi yang tersedia sebelum melakukan konfirmasi lebih lanjut.
Photo by: Monirul Islam, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship