Legislator AS Desak Kepala CENTCOM Akui Serangan Sekolah Mematikan di Iran
Berdasarkan laporan, anggota parlemen AS menekan komandan CENTCOM terkait serangan yang menimpa sebuah sekolah di Iran pada 28 Februari yang menurut pejabat Iran menewaskan 175 orang, termasuk lebih dari 150 siswi yang gugur. Diskusi itu terjadi dalam sidang House Armed Services Committee tentang posisi AS di “Greater Middle East and Africa”, ketika Rep. Adam Smith meminta Adm. Brad Cooper untuk mengakui tanggung jawab AS atas serangan tersebut.
Menurut data yang disampaikan oleh pejabat Iran dan diberitakan oleh beberapa media internasional, jumlah korban mencapai sekitar 175 orang, dengan lebih dari 150 siswi gugur dalam peristiwa itu. Belum dapat diverifikasi secara independen angka pasti korban dan keterangan pihak-pihak yang terlibat.
Dalam sidang, Smith mengatakan bahwa “sangat jelas apa yang terjadi di sana” dan menyinggung praktik sebelumnya di mana militer AS cepat mengakui kesalahan meski investigasi masih berlangsung. Sementara itu, Adm. Cooper menegaskan bahwa insiden itu kompleks, dan mengatakan sekolah tersebut berada di wilayah yang menurutnya merupakan pangkalan misil jelajah aktif. Pernyataan itu disampaikan sembari menyebutkan bahwa investigasi internal masih berjalan.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa penyelidikan internal AS menunjukkan kemungkinan keterlibatan pasukan Amerika dalam serangan tersebut, namun temuan itu belum dipublikasikan secara lengkap. Hingga laporan ini ditulis, Departemen Pertahanan AS belum mengeluarkan pengakuan resmi yang jelas; Tim redaksi masih memverifikasi detail lebih lanjut.
Sumber lokal menyebutkan warga di kota Minab, tempat sekolah itu berada, berkabung dan kondisi kota masih dipenuhi bekas reruntuhan serta duka. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim mengenai alasan penargetan dan informasi intelijen yang mendasari operasi militer tersebut.
Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan lengkap dari pejabat AS dan Iran serta hasil investigasi forensik yang mungkin mengonfirmasi pihak yang bertanggung jawab.
Photo by: Mohammad Saadi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship