Laporan: Otoritas Israel Gunakan Infrastruktur Militer untuk Perluas Pemukiman Ilegal di Tepi Barat
Berdasarkan laporan yang disusun oleh National Bureau for Defending Land and Resisting Settlements dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), otoritas Israel dan pemukim menggunakan infrastruktur militer serta perintah penyitaan untuk memperluas aktivitas pemukiman ilegal dan mengubah topografi wilayah Tepi Barat.
Menurut data dalam laporan tersebut, tindakan itu dilakukan dengan membuka jalan baru, menghubungkan pos-pos pemukiman kecil ke pemukiman yang lebih besar, serta memodifikasi batas zona tembak militer sehingga mendukung perluasan pemukiman. Laporan menyebutkan bahwa kebijakan ini didukung oleh tentara Israel dan institusi resmi Israel, dan selama beberapa tahun terakhir telah mengubah peta topografi Tepi Barat.
Sumber lokal menyebutkan penggunaan alat berat yang merusak tanah milik warga Palestina, termasuk pekerjaan ekskavasi di daerah Jabal Juheihan, Hebron, yang dilaporkan terjadi pada 27 Oktober 2025. Hingga laporan ini ditulis, klaim-klaim yang disampaikan dalam laporan PLO tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi kami.
Laporan juga menegaskan bahwa penggunaan perintah penyitaan militer untuk membuka akses jalan dan menghubungkan outpost dengan pemukiman besar merupakan bagian dari strategi yang memperkuat keberadaan pemukim secara permanen. Menurut laporan, langkah-langkah tersebut berpotensi memperdalam fragmentasi wilayah Palestina dan berdampak pada akses warga terhadap lahan, air, dan layanan dasar.
Belum dapat diverifikasi secara independen rincian teknis dan peta yang dipublikasikan dalam laporan PLO. Tim redaksi masih memverifikasi dokumen dan bukti pendukung yang dikutip, dan akan mengupdate berita ini jika ada konfirmasi tambahan dari sumber resmi atau investigasi lapangan.
Photo by: shay safrai, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship