Komisi Tahanan Palestina: Penyiksaan dan Pengabaian Medis di Penjara Israel Sebabkan Kecacatan Permanen
Berdasarkan laporan dari Director General Komisi Urusan Tahanan Otoritas Palestina di Jalur Gaza, Hassan Quneita, puluhan tahanan Palestina mengalami kecacatan permanen selama masa penahanan di penjara-penjara Israel akibat praktik penyiksaan dan pengabaian perawatan medis.
Menurut data yang disampaikan Quneita, banyak tahanan yang sudah memiliki penyakit kronis sebelum ditahan — termasuk diabetes — tidak mendapatkan pengobatan yang layak selama berada di dalam tahanan. Kondisi medis yang memburuk pada sejumlah kasus dilaporkan berujung pada amputasi, komplikasi berat, atau kecacatan permanen.
Sumber lokal menyebutkan bahwa dokumentasi kasus mencakup baik mantan tahanan yang sudah dibebaskan maupun tahanan yang masih berada di dalam penjara. Foto dan rekaman yang beredar memperlihatkan sejumlah tahanan yang dibawa ke fasilitas medis, tetapi rincian lengkap kondisi dan jumlah korban belum dipublikasikan secara resmi.
Hingga laporan ini ditulis, klaim tentang penyiksaan dan pengabaian medis tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh tim kami. Tim redaksi masih memverifikasi informasi tambahan dan berupaya mengonfirmasi data medis serta jumlah korban langsung dari sumber resmi dan lembaga kemanusiaan.
Komisi Urusan Tahanan Palestina adalah salah satu lembaga yang memantau kondisi tahanan Palestina dan telah menyerukan penyelidikan serta pertanggungjawaban atas pelanggaran yang dilaporkan. Pihak keluarga tahanan dan organisasi hak asasi manusia juga mendesak akses pengobatan dan pemeriksaan independen terhadap tahanan yang sakit.
Sampai ada konfirmasi lebih lanjut, pihak berwenang Israel belum memberikan komentar resmi atas pernyataan Quneita. Masyarakat internasional dan organisasi kemanusiaan diminta untuk mengawasi perkembangan dan memastikan perlindungan hak asasi tahanan.
Photo by: Afitab, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship