Israel Keluarkan Perintah Pengungsian di Lebanon dan Rebut Kastil Strategis Beaufort
Berdasarkan laporan, pasukan Israel telah mengeluarkan serangkaian perintah pemindahan warga di wilayah selatan Lebanon seiring dengan operasi darat yang lebih dalam ke dalam wilayah negara itu. Menurut data militer Israel, perintah pengungsian ditujukan pada beberapa kawasan di dekat garis perbatasan serta daerah di sekitar kastil Beaufort yang baru saja dikuasai.
Pasukan Israel menyampaikan telah merebut kastil Beaufort — sebuah situs era Salibian yang strategis dekat Nabatiyeh — setelah beberapa hari pertempuran intens dan serangan udara terhadap militan Hezbollah. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menggambarkan penguasaan kastil tersebut sebagai kemenangan taktis yang signifikan, dan militer menyatakan niat untuk mempertahankan posisi di situs tersebut untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa penduduk sipil di beberapa desa di selatan Lebanon mulai meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat pengungsian di wilayah yang lebih aman. Hingga laporan ini ditulis, belum ada angka resmi yang dapat secara independen diverifikasi mengenai jumlah warga yang terdampak atau mengungsi akibat perintah tersebut.
Beberapa laporan menyebutkan terjadinya pertempuran sengit saat pasukan bergerak menuju situs-situs strategis, dan serangan diarahkan kepada militan Hezbollah di wilayah pegunungan selatan. Belum dapat diverifikasi secara independen klaim tentang jumlah korban jiwa atau kerusakan infrastruktur akibat operasi ini.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut, termasuk cakupan perintah pengungsian, durasi pendudukan kastil oleh pasukan Israel, serta dampak langsung terhadap warga sipil dan fasilitas sipil di wilayah yang terdampak.
Photo by: Abd Alrhman Al Darra, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship