Israel Serbu Flotila Menuju Gaza di Dekat Siprus, Picu Kemarahan Internasional
Berdasarkan laporan Middle East Eye, angkatan laut Israel melakukan penyergapan terhadap “Global Sumud Flotilla” — konvoi kapal bantuan yang menuju Jalur Gaza — di perairan internasional dekat Siprus. Organiser menyatakan sejumlah kapal dikepung dan disita oleh kapal-kapal perang Israel sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza.
Menurut data yang dipublikasikan oleh misi flotila, puluhan kapal yang berangkat dari Marmaris, Turki, masih dikepung dan sejumlah aktivis ditahan. Sumber lokal menyebutkan beredar rekaman yang menunjukkan pasukan Israel mengitari dan menaiki beberapa kapal pada siang hari. Tim redaksi masih memverifikasi jumlah pasti kapal yang disita dan jumlah aktivis yang ditahan.
Footage yang dibagikan oleh penyelenggara memperlihatkan klaim bahwa tentara Israel mengarahkan laser dan senjata semi-otomatis ke arah peserta, memerintahkan mereka berlutut, serta melakukan gangguan komunikasi pada kapal-kapal tersebut. Klaim-klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen, dan tim redaksi masih memverifikasi kebenaran rinciannya.
Organiser flotila menuduh Israel melakukan “agresi ilegal di laut lepas” dan melanggar hukum maritim internasional termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS). Sebaliknya, media Israel dan pejabat pemerintah menggambarkan operasi tersebut sebagai upaya untuk mencegah provokasi dan menjaga blokade maritim terhadap Gaza. Laporan menyebut Perdana Menteri Israel menggelar pertemuan keamanan menjelang kedatangan flotila.
Aksi ini memicu kecaman internasional. Kementerian Luar Negeri Turki mengecam intervensi Israel dan menuntut penghentian serangan tersebut segera. Pernyataan Turki menegaskan bahwa intimidasi Israel tidak akan menghentikan solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.
Insiden ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian serangan terhadap misi bantuan kelautan: pada akhir April lalu, angkatan laut Israel juga melakukan penyergapan terhadap kapal-kapal menuju Gaza di lepas pantai Yunani, yang menyebabkan ratusan aktivis sempat ditahan dan beberapa kapal dilaporkan mengalami kerusakan.
Hingga laporan ini ditulis, menurut data yang dikutip oleh beberapa media internasional, serangkaian serangan dan blokade yang berlangsung sejak 2023 telah menyebabkan sedikitnya 72.769 warga Palestina gugur, dengan ribuan lainnya hilang dan diperkirakan masih tertimbun reruntuhan. Angka-angka itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim terkait jarak pasti intersep, jumlah aktivis yang ditangkap, serta rincian mengenai perlakuan selama operasi. Kami akan memperbarui berita ini bila ada konfirmasi tambahan dari sumber resmi dan dokumentasi lapangan.
Photo by: Hosny salah, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship