Israel Khawatir MoU AS-Iran Bisa Melemahkan Tekanan terhadap Teheran
Berdasarkan laporan Middle East Eye dan pemberitaan media Israel, sumber-sumber politik Israel menyatakan kekhawatiran bahwa memorandum pemahaman (MoU) yang sedang mengemuka antara Amerika Serikat dan Iran dapat mengurangi tekanan Washington terhadap Teheran.
Menurut data yang dikutip media Israel, para pejabat khawatir setiap kesepakatan bisa menyulitkan upaya untuk memaksa penghapusan atau pengurangan uranium yang telah diperkaya oleh Iran. Sumber lokal menyebutkan Israel hanya memiliki pengaruh terbatas dalam proses pengambilan keputusan terkait perundingan tersebut.
Sumber laporan menyebutkan masih belum jelas bagaimana kesepakatan akhir akan menangani tujuan keamanan Israel yang lebih luas, termasuk pembatasan terhadap program rudal balistik Iran dan hubungan Iran dengan Hezbollah.
Menurut data Ynet News, ada laporan bahwa kerangka kesepakatan AS-Iran mencapai sekitar 80–85% penyelesaian, namun terdapat perbedaan tajam antara tuntutan Washington dan posisi Teheran. Laporan yang beredar juga menyebut klaim-klaim dari pihak Iran tentang paket ekonomi besar dan pembebasan dana beku, tetapi hal ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, ketegangan militär di kawasan terus berlangsung: dilaporkan intersepsi drone Iran oleh AS di Selat Hormuz dan insiden drone Hezbollah yang diintersep setelah serangan di selatan Lebanon. Sementara itu, pejabat Israel dilaporkan menyebut rancangan kesepakatan yang muncul sebagai “bencana” karena dinilai tidak memenuhi kebutuhan keamanan mereka.
Belum dapat diverifikasi secara independen rincian finansial dan beberapa klaim yang beredar di media, termasuk angka-angka yang dikaitkan dengan rekonstruksi atau pembebasan dana. Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan berbagai pihak dan akan memperbarui laporan bila ada konfirmasi tambahan.
Photo by: Mehdi Salehi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship
Bagikan Artikel