Iran Tolak Pembongkaran Infrastruktur Nuklir dalam Menjawab Usulan AS
Berdasarkan laporan yang mengutip The Wall Street Journal dan kantor-kantor berita, Iran mengirimkan respons resmi atas proposal AS yang bertujuan mengakhiri permusuhan regional, namun terdapat celah besar terkait program nuklir Tehran. Menurut data yang disampaikan, Teheran menolak pembongkaran fasilitas nuklir dan penangguhan pengayaan selama 20 tahun yang diusulkan oleh pihak AS. Sebagai gantinya, Iran menawarkan periode negosiasi 30 hari terkait isu nuklir dan pembukaan bertahap Selat Hormuz dengan syarat pencabutan blokade AS.
Laporan menyebutkan Iran juga bersedia untuk mendilusi atau memindahkan sebagian uranium yang diperkaya, namun Presiden AS menuduh Tehran “bermain-main” untuk menunda kemajuan pembicaraan. Sementara itu, Perdana Menteri Israel menegaskan infrastruktur nuklir perlu dibongkar sepenuhnya, di tengah ketegangan maritim dan serangan drone yang terus berlangsung di kawasan.
Menurut data tambahan dari laporan lain, Presiden Donald Trump mengkritik rezim Iran keras melalui platform media sosial dan menyinggung rekam jejak 47 tahun agresi yang diklaimnya serta menyoroti gugurnya sekitar 42.000 pengunjuk rasa dalam gejolak baru-baru ini.
Hingga laporan ini ditulis, beberapa klaim terkait rincian teknis negosiasi dan angka korban belum dapat diverifikasi secara independen. Sumber lokal menyebutkan negosiasi intens terus berlangsung, namun Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan resmi dari kedua pihak dan rincian tawaran teknis seperti mekanisme dilusi uranium dan jadwal pembukaan Selat Hormuz.
Photo by: Melika Hazrati, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship