Negosiator Iran: Draf Akhir Belum Disetujui, Tehran Bisa Keluar dari Kesepakatan dengan AS jika Dilanggar
Berdasarkan laporan Anadolu, Saeed Ajorlou, anggota komite media tim negosiasi Iran, menyatakan Sabtu bahwa Tehran belum menyetujui draf akhir dari usulan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan dapat menarik diri jika pihak lain gagal memenuhi komitmennya.
Menurut data yang disampaikan Ajorlou kepada televisi negara Iran, hingga Jumat malam draf final belum disetujui secara penuh, meskipun perbedaan antara kedua pihak kini disebut hanya terbatas. “Jika teks final disetujui, kami akan memasuki proses 60 hari untuk mendiskusikan rinciannya,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa setiap dari 14 pasal kesepakatan itu memuat aneks yang membutuhkan negosiasi lebih lanjut.
Ajorlou menekankan bahwa mekanisme pelaksanaan akan lebih penting daripada teks itu sendiri, terutama terkait akses dan pengawasan yang diatur dalam lampiran-lampiran tersebut. Ia memperingatkan bahwa Tehran berhak menarik diri dari kesepakatan apabila pihak lain dianggap melanggar komitmen yang disepakati.
Menurut laporan lain yang bersinggungan dengan proses diplomatik, beberapa tuntutan keras dari pihak AS—termasuk soal program nuklir Iran dan pengaturan akses di Selat Hormuz—telah disebut dalam pembicaraan, namun perincian itu belum dikonfirmasi secara resmi oleh kedua belah pihak. Belum dapat diverifikasi secara independen.
Hingga laporan ini ditulis, belum ada pengumuman final dari kedua pemerintah tentang persetujuan teks akhir atau langkah selanjutnya. Sumber lokal menyebutkan perbedaan kini lebih teknis dan terkait lampiran pelaksanaan, namun tekanan politik domestik di kedua negara dapat mempengaruhi keputusan akhir.
Tim redaksi masih memverifikasi pernyataan tambahan dan rincian terkait tuntutan yang dikaitkan dengan pihak AS serta respons internal di Iran.
Photo by: Sayed Masoumi, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship