Draf Kesepakatan AS-Iran Bakal Buka Kembali Hormuz dan Ringankan Sanksi, Media AS Melaporkan
Berdasarkan laporan media AS, termasuk CBS dan Associated Press, Washington dan Teheran disebut-sebut telah menyusun draf memorandum pemahaman yang bertujuan mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Menurut data dari draf yang beredar, perjanjian sementara itu akan membuat pelayaran melalui Hormuz “tanpa batasan”, memberi Iran waktu 30 hari untuk menyingkirkan ranjau laut sementara AS secara bertahap mencabut blokade angkatan laut dan melonggarkan sanksi, termasuk pembatasan ekspor minyak Iran. Draf tersebut juga memuat komitmen Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir serta menetapkan periode 60 hari untuk pembicaraan mengenai pengayaan uranium dan stok uranium tingkat tinggi. Sumber lokal menyebutkan draf itu juga mencakup ketentuan yang bertujuan mengakhiri konflik antara Israel dan Hezbollah serta jaminan untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri negara-negara kawasan. Menurut data lain, ada klaim bahwa Teheran menuntut pembebasan sekitar 12 miliar dolar aset yang dibekukan, sementara pejabat Iran dilaporkan membantah beberapa batasan nuklir yang dikaitkan dengan draf tersebut. Presiden AS Donald Trump disebut telah menggelar pertemuan dengan para penasehat untuk membahas kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, namun hingga laporan ini ditulis belum ada keputusan final. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah kedua pihak telah menyepakati seluruh isi draf, dan tim redaksi masih memverifikasi rincian serta pernyataan resmi dari Washington dan Teheran.
Photo by: Melika Hazrati, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship