Menteri Pertahanan AS Puji ‘Persahabatan Sejati’ dengan Pakistan di Tengah Upaya Perdamaian Iran
Berdasarkan laporan dari forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memuji kepemimpinan Pakistan dan menyebut hubungan Washington-Islamabad sebagai “persahabatan sejati” di tengah upaya mediasi untuk mengakhiri konflik di Iran.
Menurut data dan pernyataan yang disampaikan pada pertemuan itu, Hegseth menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap sekutu-sekutu di kawasan Asia-Pasifik dan memuji peran Pakistan dalam mendorong pembicaraan gencatan senjata. Ia juga menegaskan bahwa AS siap kembali melakukan serangan militer yang “luar biasa” jika kesepakatan perdamaian gagal memenuhi garis merah yang ditetapkan Presiden Trump, termasuk pencegahan permanen terhadap kemampuan nuklir Iran.
Hegseth menekankan prioritas pada “kekuatan tempur”—kapal perang dan kapal selam—serta kesiapan amunisi militer AS. Menurut data yang dipaparkan di forum, Pentagon mempertahankan stok munisi yang memadai dan mendorong negara-negara sekutu untuk meningkatkan belanja pertahanan hingga sekitar 3,5% dari PDB, sambil mengingatkan agar tidak kembali pada retorika globalis yang menurutnya menghambat penguatan kapabilitas pertahanan.
Sumber lokal menyebutkan bahwa Pakistan telah memediasi pembicaraan antara pihak-pihak terkait yang mencapai titik awal kesepakatan untuk gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Hingga laporan ini ditulis, proses itu dikabarkan masih menunggu persetujuan akhir dari pemerintahan Washington dan pengesahan formal oleh otoritas di Tehran.
Beberapa klaim terkait paket rekonstruksi besar untuk Iran, termasuk laporan tentang dana investasi senilai ratusan miliar dolar, belum dapat diverifikasi secara independen. Hegseth juga mengimbau kewaspadaan terhadap tindakan Iran seperti penanaman ranjau di Selat Hormuz, yang menurutnya meningkatkan risiko gangguan keamanan maritim global.
Selain pujian terhadap Pakistan, Hegseth menegaskan pentingnya peran strategis India bagi stabilitas kawasan dan mengindikasikan bahwa Washington berusaha menjaga keseimbangan antara menahan ekspansi militer China dan menghindari konfrontasi yang tidak perlu.
Belum ada laporan korban gugur atau tewas yang terkait langsung dengan proses mediasi yang sedang berlangsung, dan tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut tentang pertemuan tingkat tinggi dan kesepakatan yang diklaim terjadi.
Tim redaksi masih memverifikasi beberapa klaim yang beredar dan akan memberikan pembaruan setelah informasi lebih lanjut dapat dikonfirmasi.
Photo by: Tawseef Ahmad, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship