Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel

Bencana Medis Mengancam: 76% Alat Pencitraan Medis di Gaza Keluar dari Layanan

Admin May 20, 2026 at 23:06
Bencana Medis Mengancam: 76% Alat Pencitraan Medis di Gaza Keluar dari Layanan

Berdasarkan laporan jaringan Quds (شبكة قدس), Komplek Medis Nasser di Khan Younis, selatan Gaza, mengonfirmasi bahwa sebagian besar perangkat pencitraan medis tidak berfungsi. Menurut data yang disampaikan oleh pihak rumah sakit, 76% dari alat-alat pencitraan — termasuk CT scan, X-ray, dan mesin ultrasonografi — telah keluar dari layanan sepenuhnya.

Hingga laporan ini ditulis, manajemen rumah sakit memperingatkan bahwa kondisi tersebut menempatkan pasien dan para korban dalam risiko besar karena tidak tersedianya alat diagnostik untuk menentukan jenis dan tingkat cedera atau penyakit. Sumber lokal menyebutkan bahwa staf medis kewalahan, dan banyak pasien kritis menghadapi kemungkinan perawatan yang tertunda atau tidak akurat.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa ketiadaan fasilitas pencitraan memaksa dokter mengambil keputusan sulit terkait perawatan darurat, sementara akses untuk merujuk pasien ke fasilitas lain sangat terbatas akibat kondisi lapangan dan hambatan logistik. Belum dapat diverifikasi secara independen sejauh mana cakupan kerusakan alat atau alasan teknis pasti yang menyebabkan keluarnya perangkat dari layanan.

Sumber lokal menyebutkan pula bahwa kekurangan suku cadang, bahan habis pakai, dan pemeliharaan terhambat oleh pembatasan masuknya bantuan teknis ke wilayah tersebut. Tim redaksi masih memverifikasi klaim-klaim tambahan dan upaya yang dilakukan oleh otoritas kesehatan setempat maupun organisasi bantuan internasional untuk memperbaiki atau mengganti peralatan yang rusak.

Photo by: Musa Alzanoun | موسى الزعنون, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.