Barak Hiram Dinominasikan Jadi Sekretaris Militer Netanyahu, Muncul Kontroversi Kasus Gaza
Berdasarkan laporan Quds News Network, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir mencalonkan Komandan Barak Hiram untuk menjabat sebagai Sekretaris Militer kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Hiram adalah sosok kontroversial yang menurut laporan terkait dengan dugaan kejahatan perang dalam konflik di Gaza, termasuk perintah penghancuran Universitas Al-Israa pada Januari 2024.
Menurut data yang disampaikan media lain, Hiram juga disebut-sebut memerintahkan tembakan tank dalam insiden Be’eri pada 7 Oktober 2023 yang mengenai sebuah rumah tempat terdapat penculik dan sandera Israel; Sumber lokal menyebutkan hampir seluruh sandera dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Klaim-klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen dan menimbulkan kekhawatiran publik mengenai penempatan tokoh yang bermasalah ke posisi kunci di kantor perdana menteri.
Menurut data dari laporan pers lainnya, Perdana Menteri Netanyahu dalam beberapa pernyataan belakangan mengklaim tanggung jawab penuh atas keamanan negara, meskipun sebelumnya ia kerap mengalihkan kesalahan atas kegagalan keamanan pada 7 Oktober 2023 kepada IDF dan dinas intelijen Shin Bet. Pengamat politik menilai penunjukan Hiram dan pernyataan Netanyahu berpotensi meningkatkan ketegangan politik dan menimbulkan protes dari keluarga korban serta organisasi hak asasi.
Hingga laporan ini ditulis, tim redaksi masih memverifikasi semua klaim terkait penunjukan dan tuduhan terhadap Hiram. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah proses nominasi telah disetujui secara resmi atau akan berlanjut ke tahap konfirmasi. Tim redaksi masih memverifikasi keterangan pihak militer, kantor perdana menteri, dan sumber lokal yang melaporkan detail insiden sebelumnya.
Photo by: Tomer Dahari, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship