Menteri Luar Negeri AS: Kemajuan Besar dalam Krisis dengan Iran, Tujuan Utama Cegah Senjata Nuklir
Berdasarkan laporan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa apa yang telah dicapai dalam upaya meredakan krisis dengan Iran menunjukkan “kemajuan besar” dan menegaskan bahwa tujuan paling penting adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Menurut data yang beredar, konsep kesepakatan yang sedang dibahas mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pemberian kelonggaran sanksi terbatas terhadap Iran. Sebagai imbalan, Iran dilaporkan akan memasuki pembicaraan lebih mendalam mengenai stok uranium yang diperkaya tinggi.
Sumber lokal menyebutkan bahwa proses negosiasi dimediasi oleh Pakistan dan melibatkan koordinasi dengan sekutu regional seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, serta Israel. Beberapa pihak pengamat menilai bahwa tahap awal kesepakatan telah terjajaki, namun masih ada perbedaan tajam mengenai tuntutan utama, termasuk permintaan agar Iran menyerahkan uranium senjata-tingkat dan melucuti fasilitas nuklir utama secara permanen.
Hingga laporan ini ditulis, pihak Iran telah membantah sebagian klaim terkait program nuklir dan rincian pembukaan Selat Hormuz. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua poin teknis yang dilaporkan telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Menurut data yang dikumpulkan oleh perantara, pembicaraan lanjutan diperkirakan akan berlangsung dalam 30 hingga 60 hari untuk merumuskan perjanjian final. Para pejabat AS memperingatkan alternatif dari kegagalan negosiasi adalah kemungkinan kembalinya aksi militer dalam skala besar, sedangkan perantara menilai peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka meski tidak pasti.
Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan terus memantau perkembangan diplomatik. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait.
Photo by: Lara Jameson, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship