Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel

Menteri Luar Negeri AS: Kemajuan Besar dalam Krisis dengan Iran, Tujuan Utama Cegah Senjata Nuklir

Admin May 24, 2026 at 15:03
Menteri Luar Negeri AS: Kemajuan Besar dalam Krisis dengan Iran, Tujuan Utama Cegah Senjata Nuklir

Berdasarkan laporan, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa apa yang telah dicapai dalam upaya meredakan krisis dengan Iran menunjukkan “kemajuan besar” dan menegaskan bahwa tujuan paling penting adalah mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Menurut data yang beredar, konsep kesepakatan yang sedang dibahas mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pemberian kelonggaran sanksi terbatas terhadap Iran. Sebagai imbalan, Iran dilaporkan akan memasuki pembicaraan lebih mendalam mengenai stok uranium yang diperkaya tinggi.

Sumber lokal menyebutkan bahwa proses negosiasi dimediasi oleh Pakistan dan melibatkan koordinasi dengan sekutu regional seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, serta Israel. Beberapa pihak pengamat menilai bahwa tahap awal kesepakatan telah terjajaki, namun masih ada perbedaan tajam mengenai tuntutan utama, termasuk permintaan agar Iran menyerahkan uranium senjata-tingkat dan melucuti fasilitas nuklir utama secara permanen.

Hingga laporan ini ditulis, pihak Iran telah membantah sebagian klaim terkait program nuklir dan rincian pembukaan Selat Hormuz. Belum dapat diverifikasi secara independen apakah semua poin teknis yang dilaporkan telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Menurut data yang dikumpulkan oleh perantara, pembicaraan lanjutan diperkirakan akan berlangsung dalam 30 hingga 60 hari untuk merumuskan perjanjian final. Para pejabat AS memperingatkan alternatif dari kegagalan negosiasi adalah kemungkinan kembalinya aksi militer dalam skala besar, sedangkan perantara menilai peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka meski tidak pasti.

Tim redaksi masih memverifikasi rincian lebih lanjut dan terus memantau perkembangan diplomatik. Belum dapat diverifikasi secara independen seluruh klaim yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait.

Photo by: Lara Jameson, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.