Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel Urusan Sosial di Deir ez-Zor Minta Pengungsi Daftar dan Datangi Komite Lingkungan Krisis Obat Mengancam Nyawa Pasien di Sudan Gugurnya Warga dan Kehancuran Luas Akibat Serangan Israel di Gaza dan Khan Younis Khatam-e-Namaz: Tradisi Unik Rohingya Merayakan Eid al-Fitr dengan Doa dan Kuliner The Guardian: Perintah Netanyahu Kuasai 70% Gaza Tumbangkan Rencana Trump Di Tengah Pemboman dan Pengungsian, Anak-anak Gaza Tetap Menyambut Kegembiraan Idul Serangan Drone Israel di Gaza City, Tiga Warga Palestina Gugur Beyond Gaza: Meluasnya Geografi Pengungsian Dari Spionase ke Provokasi: Mantan ‘Mata-mata Israel’ Serukan Persiapan Perang terhadap Turki dan Mesir Palestina Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza di Tengah Blokade Israel

Ancaman Berulang Trump terhadap Iran Ungkap Kekurangan Kekuatan Negosiasi

Admin May 19, 2026 at 11:04
Ancaman Berulang Trump terhadap Iran Ungkap Kekurangan Kekuatan Negosiasi

Berdasarkan laporan, pengulangan ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Iran banyak ditafsirkan sebagai tanda kelemahan, bukan posisi kekuatan dalam negosiasi.

Menurut data dari beberapa sumber internasional dan analis, termasuk pernyataan Foad Izadi, ancaman Trump yang berulang-ulang—termasuk ucapan bahwa Washington akan beralih ke “negosiasi lewat bom” jika jalan diplomasi gagal—lebih menunjukkan kekurangan alat tawar yang efektif daripada kesiapan untuk eskalasi militer besar-besaran.

Berdasarkan laporan ynet/Reuters, pemerintahan Trump menilai proposal diplomatik terbaru Tehran sebagai “tidak memadai” dan mempertimbangkan opsi militer setelah negosiasi tidak mencapai kemajuan. Hingga laporan ini ditulis, Presiden Trump dikabarkan meninjau pilihan-pilihan di Situation Room; Tim redaksi masih memverifikasi rincian jadwal dan keputusan akhir.

Menurut data dari analis keamanan seperti Trita Parsi, ada kekhawatiran bahwa baik Washington maupun Teheran sekarang mengadopsi logika bahwa konfrontasi baru dapat meningkatkan posisi tawar masing-masing. Parsi memperingatkan Iran reportedly menyiapkan balasan yang lebih luas daripada siklus sebelumnya, yang menurut laporan mencakup beberapa pilar strategis: menargetkan infrastruktur terkait AS atau mitra AS di kawasan, menggunakan tekanan ekonomi dan informasi terhadap kepentingan pribadi pejabat, serta potensi gangguan terhadap jalur komunikasi dan perdagangan maritim. Pernyataan ini belum dapat diverifikasi secara independen; Sumber lokal menyebutkan beberapa ancaman khusus, namun klaim tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Berdasarkan laporan Fortune, kontroversi etika juga muncul di dalam negeri AS terkait aktivitas perdagangan saham yang melibatkan sektor pertahanan dan energi saat konflik, menambah dimensi politik domestik terhadap keputusan luar negeri. Klaim terkait transaksi tersebut sedang ditelaah dan Tim redaksi masih memverifikasi detailnya.

Sky News Australia dan pengamat lain mencatat meningkatnya skeptisisme terhadap ancaman Trump karena pola inaksi di masa lalu. Analisis kebijakan militer, termasuk tulisan Max Boot, menegaskan dilema strategis: meskipun tekanan untuk melakukan serangan udara ada, kekuatan udara AS kemungkinan tidak akan mampu mencapai semua tujuan politik yang diinginkan tanpa risiko pembalasan besar dari Iran.

Sumber lokal menyebutkan potensi target Iran yang dilaporkan meliputi pusat data dan infrastruktur digital di kawasan Teluk, serta fasilitas yang terkait dengan mitra-mitra AS. Klaim tentang rencana pemutusan kabel bawah laut dan serangan yang menargetkan kepentingan bisnis pribadi masih tercatat dalam laporan intelijen tidak resmi; klaim ini Belum dapat diverifikasi secara independen.

Kesimpulannya, ancaman berulang yang dilontarkan pemerintahan Trump saat ini lebih mungkin mencerminkan keterbatasan leverage diplomatik dan militer daripada sinyal kekuatan yang meyakinkan. Hingga laporan ini ditulis, tidak ada bukti tunggal yang menunjukkan bahwa ancaman tersebut akan segera berubah menjadi kampanye militer berskala penuh, namun risiko eskalasi tetap tinggi jika kedua pihak merasa perlu menunjukkan kekuatan. Tim redaksi masih memverifikasi sejumlah klaim teknis dan intelijen yang beredar terkait rencana dan target potensial.

Photo by: Saifee Art, Pexel

Ruang Iklan

Tersedia untuk sponsorship

Bagikan Artikel

Berlangganan

Dapatkan Berita Terbaru

Daftarkan email atau nomor WhatsApp Anda dan kami akan mengirimkan berita-berita pilihan langsung ke Anda.

Kami tidak akan mengirimkan spam. Berhenti berlangganan kapan saja.