Anak Negosiator Hamas Azzam al-Hayya Gugur dalam Serangan Udara Israel saat Negosiasi Gencatan Senjata Macet
Berdasarkan laporan, pada 7 Mei 2026 Azzam al-Hayya, putra dari negosiator Hamas Khalil al-Hayya, gugur akibat luka yang diderita dalam serangan udara yang dilancarkan Israel di Kota Gaza. Menurut data yang disampaikan oleh sumber lokal dan media internasional, Azzam adalah anak keempat Khalil al-Hayya yang kehilangan nyawa dalam serangan yang dituding menarget tokoh-tokoh keluarga pemimpin Hamas.
Sumber lokal menyebutkan serangan itu terjadi di tengah kebuntuan pembicaraan gencatan senjata yang berlangsung di Kairo, di mana delegasi yang dipimpin AS dan pihak Israel menuntut langkah-langkah tertentu termasuk pelucutan senjata unilateral sebagai prasyarat. Khalil al-Hayya mengecam penargetan terhadap anggota keluarganya sebagai upaya “negosiasi melalui api” dan menyatakan tindakan tersebut tidak akan mengubah tekad Hamas untuk mencapai tujuan nasionalnya.
Menurut data yang dikumpulkan wartawan, meskipun ada kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2025, wilayah kekuasaan Israel di Gaza terus meluas hingga hampir dua pertiga wilayah, disertai operasi militer harian yang semakin memperburuk kondisi sipil. Hingga laporan ini ditulis, Gaza menghadapi krisis kemanusiaan berat dengan kekurangan air, obat-obatan, dan infrastruktur dasar yang parah.
Sumber lain melaporkan bahwa jabatan-jabatan kepemimpinan Hamas telah mengalami penataan internal, dengan Khaled Meshal ditunjuk sebagai kepala Biro Politik di Qatar dan Khalil al-Hayya memimpin Gaza. Para analis keamanan memperingatkan bahwa dengan kepemimpinan puncak yang sebagian besar berada di luar Gaza dan kedua pihak dianggap “memainkan waktu”, risiko eskalasi militer kembali meningkat.
Di kancah yang lebih luas, menurut laporan militer AS, pasukan CENTCOM menyatakan telah mencegat serangan rudal dan drone yang dilaporkan diluncurkan Iran menuju beberapa kapal perusak AS yang melintas di Selat Hormuz, dan menindaklanjuti dengan serangan pembelaan terhadap situs peluncuran Iran. Iran mengklaim telah menyebabkan kerusakan signifikan pada kapal-kapal tersebut; klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Belum dapat diverifikasi secara independen pula sejumlah klaim lain yang beredar di kedua pihak mengenai korban dan tingkat kerusakan. Tim redaksi masih memverifikasi rincian waktu, lokasi, dan jumlah korban yang dilaporkan, serta konteks lengkap dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh para pihak terkait.
Photo by: Abdallah Egbareia, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship