Adalah: Pasukan Israel Diduga Lakukan Kekerasan Berat terhadap Aktivis Flotila Global Sumud
Berdasarkan laporan pusat hak-hak hukum Arab di Israel, Adalah, pasukan Israel diduga melakukan kekerasan fisik dan psikologis yang berat terhadap para aktivis dari “Global Sumud Flotilla”. Menurut laporan tersebut, tindakan yang didokumentasikan meliputi sengatan listrik, kekerasan fisik, penghinaan seksual, posisi tekanan paksa, serta cedera serius termasuk rusaknya tulang rusuk.
Menurut data tim hukum Adalah, organisasi itu telah memberikan konsultasi hukum kepada ratusan tahanan yang ikut dalam flotila. Saksi dan tahanan yang diwawancarai mengaku mengalami pelecehan dan kekerasan sebelum dipindahkan dari Pelabuhan Ashdod ke fasilitas penahanan, termasuk laporan bahwa beberapa korban menderita luka terkena peluru karet dan sengatan taser.
Sumber lokal menyebutkan bahwa video yang beredar menunjukkan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengawasi dan merekam perlakuan terhadap para aktivis yang diborgol dan berlutut. Rekaman itu memicu kecaman luas baik di dalam negeri maupun internasional, termasuk teguran dari Perdana Menteri Israel yang meminta tindakan terhadap perilaku yang dianggap mencemarkan nama negara.
Hingga laporan ini ditulis, pihak berwenang Israel menyatakan telah melakukan intersepsi terhadap kapal-kapal flotila dengan alasan keamanan dan telah memproses deportasi sebagian aktivis. Belum dapat diverifikasi secara independen keseluruhan tuduhan yang diajukan Adalah, termasuk rincian luka dan bentuk pelecehan yang dialami masing-masing tahanan.
Tim redaksi masih memverifikasi kesaksian dan bukti visual yang beredar, serta menunggu pernyataan resmi dari otoritas Israel dan dari penyelenggara flotila mengenai kronologi dan jumlah korban. Kelompok hak asasi internasional telah menyerukan penyelidikan independen dan akuntabilitas atas dugaan penyalahgunaan kewenangan selama intersepsi tersebut.
Photo by: Michelle Hart, Pexel
Ruang Iklan
Tersedia untuk sponsorship